Fenomena FOMO atau fear of missing out tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga merambah dunia perkuliahan. FOMO akademik di kalangan mahasiswa semakin terasa ketika lingkungan kampus dipenuhi berbagai lomba, seminar, organisasi, magang, hingga program pertukaran pelajar. Banyak mahasiswa merasa harus mengikuti semuanya agar tidak tertinggal. Pertanyaannya, apakah itu murni karena ingin berkembang, atau karena takut dianggap biasa saja?Artikel ini membahas penyebab, dampak, dan cara bijak menghadapi FOMO akademik agar mahasiswa tetap produktif tanpa kehilangan arah dan kesehatan mental.
APA ITU FOMO AKADEMIK
FOMO akademik adalah rasa cemas ketika melihat teman atau rekan satu angkatan aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Mahasiswa yang mengalaminya sering merasa tertinggal jika tidak ikut lomba, publikasi ilmiah, organisasi, atau program bergengsi lainnya.
Perasaan ini biasanya dipicu oleh perbandingan sosial. Media sosial dan grup kampus membuat pencapaian orang lain terlihat begitu dekat dan nyata. Akibatnya, muncul tekanan untuk terus berprestasi tanpa jeda.
PENYEBAB FOMO DI DUNIA PERKULIAHAN
Ada beberapa faktor yang membuat FOMO akademik semakin kuat di kalangan mahasiswa:
Pertama, budaya kompetitif di kampus. Standar kesuksesan sering diukur dari IPK tinggi, sertifikat menumpuk, dan pengalaman organisasi yang beragam.
Kedua, validasi sosial. Pengakuan dari dosen, teman, atau bahkan keluarga dapat menjadi dorongan sekaligus tekanan.
Ketiga, ketidakjelasan tujuan pribadi. Mahasiswa yang belum memahami arah kariernya cenderung mengikuti semua peluang karena takut salah memilih.
DAMPAK FOMO AKADEMIK BAGI MAHASISWA
FOMO akademik tidak selalu buruk. Dalam batas tertentu, ia bisa menjadi motivasi untuk berkembang. Namun, jika berlebihan, dampaknya justru merugikan.
Mahasiswa bisa mengalami kelelahan fisik dan mental karena jadwal yang terlalu padat. Fokus belajar menurun karena energi terbagi ke banyak hal. Bahkan, tidak sedikit yang merasa cemas, kurang percaya diri, dan selalu merasa belum cukup meskipun sudah berusaha keras.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan dan menurunkan kualitas hidup selama masa kuliah.
CARA MENGATASI FOMO AKADEMIK SECARA SEHAT
Mengatasi FOMO akademik bukan berarti berhenti berprestasi. Justru, mahasiswa perlu belajar memilih dengan sadar.
Pertama, kenali tujuan pribadi. Tanyakan pada diri sendiri apa yang benar-benar ingin dicapai selama kuliah.
Kedua, buat prioritas. Tidak semua peluang harus diambil. Pilih kegiatan yang relevan dengan minat dan rencana masa depan.
Ketiga, batasi perbandingan sosial. Ingat bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda.
Keempat, beri ruang untuk istirahat. Rehat sejenak bukan berarti tertinggal, tetapi bagian dari strategi menjaga konsistensi.
MENJADI MAHASISWA PRODUKTIF TANPA TERTEKAN
Produktif bukan berarti selalu sibuk. Mahasiswa yang bijak memahami kapasitas dirinya dan berani berkata tidak pada hal-hal yang tidak sesuai prioritas. Keberhasilan di bangku kuliah bukan tentang seberapa banyak kegiatan yang diikuti, melainkan seberapa bermakna proses yang dijalani.
FOMO akademik di kalangan mahasiswa dapat diatasi dengan kesadaran diri dan manajemen waktu yang baik. Dengan begitu, mahasiswa tetap berkembang tanpa harus kehilangan keseimbangan hidup.
Tentang Penulis
Gusti Ayu Tita
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.