Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, termasuk persoalan pengelolaan sampah dan upaya mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan bertajuk Indonesia Punya Kamu: Connecting Generations yang mengangkat tema Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan Transisi Energi Nasional itu menjadi wadah untuk membahas kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi isu-isu strategis bangsa.
Perguruan Tinggi Sebagai Motor Inovasi
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan turut mencoba eKarsa, kendaraan listrik hasil pengembangan tim peneliti UGM. Kehadiran inovasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi mampu menghadirkan teknologi yang mendukung pengurangan emisi sekaligus mempercepat proses transisi energi nasional.
Menurut Fauzan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan berbagai solusi melalui penelitian dan pengembangan teknologi. Selain itu, kampus juga berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek ekonomi, tata kelola, hingga perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya. Karena itu, diperlukan talenta-talenta muda yang mampu memahami persoalan secara menyeluruh dan menawarkan solusi yang berkelanjutan.
Mahasiswa Dilibatkan Langsung Melalui Program Aksara
Untuk memperkuat kontribusi generasi muda, Kemdiktisaintek menghadirkan Program Aksara Mahasiswa (Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa turun ke lapangan untuk berdialog dengan warga, mengidentifikasi berbagai permasalahan lingkungan, serta membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Upaya tersebut dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga sebagai fondasi perubahan yang lebih luas.
Fauzan menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pembelajaran, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang mampu mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pentingnya Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga
Dalam forum yang sama, Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan bahwa pemilahan sampah sejak dari sumbernya memiliki dampak yang sangat besar terhadap efektivitas pengolahan sampah. Menurutnya, pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dapat mengurangi biaya pengelolaan sekaligus menekan jumlah residu yang berakhir di tempat pengolahan maupun tempat pembuangan akhir.
Sampah organik yang dipisahkan sejak awal dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau biogas. Sementara itu, sampah anorganik dapat masuk ke sistem daur ulang dan menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan kondisi tersebut, teknologi pengolahan sampah yang sudah tersedia akan bekerja lebih optimal apabila masyarakat membiasakan pemilahan sampah sebelum dibuang.
BACA JUGA: Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi dengan PTS untuk Cetak SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045
Kolaborasi Menjadi Kunci Menjawab Tantangan Masa Depan
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Danang Sri Hadmoko, menilai bahwa perguruan tinggi merupakan tempat pembentukan calon pemimpin masa depan. Karena itu, berbagai persoalan strategis, termasuk isu energi, harus diselesaikan melalui kolaborasi berbagai pihak dan pendekatan multidisiplin.
Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta dan inovasi. Melalui dukungan riset, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam masyarakat, diharapkan lahir berbagai solusi yang mampu mengatasi persoalan pengelolaan sampah dan mempercepat transisi energi berkelanjutan. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, generasi muda diharapkan menjadi penggerak utama pembangunan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan di Indonesia.
Sumber Berita:
Dirjen Risbang Dorong Peran Mahasiswa dalam Solusi Pengelolaan Sampah dan Transisi Energi Berkelanjutan
Tentang Penulis
Wizdan Ulum
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.