Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Siswa dari MAN 2 Banjarnegara Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM
Beasiswa 294 dibaca

Siswa dari MAN 2 Banjarnegara Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Diterbitkan

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan nilai empati, kepedulian sosial, dan pendidikan yang setara. Program ini melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk terjun langsung dalam kegiatan edukasi inklusif dan pengabdian masyarakat.

Salah satu peserta yang mengikuti program ini adalah Alya Rahman Putri, siswi MAN 2 Banjarnegara. Alya terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang ketat dari ribuan pendaftar dan dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 24 peserta terbaik yang mendapatkan kesempatan mengikuti program edukasi inklusi bersama Universitas STEKOM.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi ini bernama Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Kegiatan berlangsung selama 11 hari 8 malam, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian program dilaksanakan di Provinsi Bali dengan lokasi utama kegiatan pengabdian masyarakat berada di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Melalui program ini, Universitas STEKOM memberikan ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepekaan sosial, dan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan inklusif. Peserta diajak untuk melihat secara langsung realitas di lapangan serta berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus dalam suasana yang edukatif dan humanis.

Tour Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Dalam tahap ini, peserta diajak mengenal budaya, sejarah, dan nilai kearifan lokal masyarakat Bali melalui kunjungan ke berbagai destinasi inspiratif, seperti Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.

Wisata edukasi ini menjadi pembuka program yang bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai keberagaman budaya Indonesia serta menanamkan nilai harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Pengalaman ini menjadi bekal awal sebelum peserta menjalani kegiatan pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi di SLB

Pada hari keempat hingga hari ketujuh, peserta mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Fokus utama kegiatan ini adalah Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang dirancang sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing peserta didik SLB.

Alya Rahman Putri bersama peserta lainnya terlibat langsung dalam pendampingan siswa, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja sederhana, serta kegiatan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus. Interaksi ini memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya pendekatan yang inklusif, sabar, dan penuh empati dalam dunia pendidikan dan sosial.

Wisata Alam dan Religi

Memasuki hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan sebagai sarana refleksi diri dan dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini memberikan ruang perenungan bagi peserta atas seluruh proses pembelajaran dan pengabdian yang telah dilalui. Melalui wisata alam dan religi, peserta diajak memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kesadaran sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepribadian.

Penutup dan Refleksi Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi dan berbagi pengalaman bersama seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta menyampaikan kesan, pembelajaran, serta komitmen pribadi untuk terus mendukung pengembangan pendidikan inklusi dan kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan pandangannya secara personal terkait pelaksanaan program ini.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan, tetapi juga pelajaran hidup yang bermakna. Dari interaksi langsung di lapangan, mereka belajar tentang empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai inilah yang saya harapkan dapat mereka bawa dan terapkan di masa depan,” ujarnya.

Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama para peserta. Dari Bali, Universitas STEKOM menegaskan komitmennya dalam membangun harapan baru bagi pendidikan inklusi serta kemandirian masa depan yang lebih berkelanjutan.

E

Tentang Penulis

Ejelita Elifatun Nisa

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.