Logo Universitas STEKOM
MENU
Language
ID | EN | language
Siswa SMK Takhassus Al-Qur’an Wonosobo Bersama Universitas STEKOM Ikuti Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi
Beasiswa 339 dibaca

Siswa SMK Takhassus Al-Qur’an Wonosobo Bersama Universitas STEKOM Ikuti Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Diterbitkan

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan inklusif serta penguatan karakter generasi muda. Program ini melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki minat dan kepedulian terhadap kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat.

Salah satu peserta yang terpilih adalah Alif Tavaza, siswa SMK Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Alif berhasil lolos seleksi dari ribuan pendaftar dan menjadi salah satu dari 24 peserta yang dinyatakan lolos mengikuti Program Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Keikutsertaannya menunjukkan peran aktif pelajar SMK dalam kegiatan edukatif yang berorientasi pada nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Provinsi Bali dengan fokus utama pada pengabdian masyarakat inklusi di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan wisata edukasi, pengabdian sosial, refleksi diri, serta penguatan empati. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pendidikan inklusif serta kontribusi generasi muda dalam mendorong kemandirian anak berkebutuhan khusus.

Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama hingga hari ketiga melalui tour wisata edukasi Bali. Peserta mengikuti pembelajaran budaya dan pengenalan destinasi inspiratif yang memiliki nilai edukatif, di antaranya Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.

Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai kearifan lokal masyarakat Bali, nilai spiritual, serta filosofi kehidupan yang menjunjung harmoni antara manusia, alam, dan lingkungan sosial. Kegiatan observasi dan diskusi menjadi bagian dari proses pembelajaran sebelum peserta memasuki agenda pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi

Memasuki hari keempat hingga hari ketujuh, program difokuskan pada kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Pada tahap ini, peserta terlibat langsung dalam pelaksanaan Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

Kegiatan pengabdian meliputi pendampingan siswa, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja, serta kegiatan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak berkebutuhan khusus. Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pendekatan komunikasi yang inklusif, empatik, dan menghargai potensi setiap individu.

Bersama mahasiswa Universitas STEKOM, Alif Tavaza berpartisipasi aktif dalam kegiatan kolaboratif yang bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian siswa SLB. Interaksi langsung ini memberikan pengalaman nyata mengenai tantangan dan peluang dalam pendidikan inklusif.

Wisata Alam dan Religi

Pada hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan pada refleksi diri serta dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini menjadi ruang perenungan atas pengalaman pengabdian yang telah dilalui. Peserta diajak untuk memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kepedulian sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedewasaan sikap.

Refleksi Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi bersama. Dalam sesi ini, peserta berbagi pengalaman, menyampaikan pembelajaran yang diperoleh, serta menyusun komitmen keberlanjutan dalam mendukung pendidikan inklusif di lingkungan masing-masing.

Program ini menegaskan keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak yang setara untuk bermimpi dan bekerja. Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Dari Bali, diharapkan tumbuh harapan baru bagi penguatan pendidikan inklusi dan kemandirian masa depan.

E

Tentang Penulis

Ejelita Elifatun Nisa

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.