Logo Universitas STEKOM
MENU
Cuti Bersama Boxing Day dan Tradisi Berbagi Hadiah Setelah Natal
Pengetahuan Umum 397 views

Cuti Bersama Boxing Day dan Tradisi Berbagi Hadiah Setelah Natal

W

Wizdan Ulum

Pengetahuan Umum

Published

calendar_today 26 Desember 2025

Boxing Day adalah hari yang dirayakan setiap 26 Desember, tepat setelah perayaan Natal. Meskipun namanya terdengar seperti olah raga atau sekedar mengemasi kotak hadiah, hari ini memiliki makna sejarah dan tradisi khas yang berbeda dari itu. Hari ini masih dirayakan di negara-negara yang memiliki ikatan dengan tradisi Inggris, seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

 

Sejarah Awal Boxing Day

Asal usul sejarah Boxing Day tidaklah sederhana dan memiliki beberapa teori menarik. Salah satu teori paling umum adalah bahwa istilah “Boxing Day” berasal dari tradisi memberi “Christmas Boxes” kepada para pelayan, pekerja, atau mereka yang memberikan layanan selama setahun penuh. Pada masa lalu, para pelayan tidak selalu mendapatkan waktu libur pada 25 Desember, sehingga pada hari setelah Natal mereka diberi hari bebas beserta kotak hadiah berisi makanan, uang, atau barang sebagai bentuk apresiasi.

Selain itu, tradisi ini juga berkaitan dengan kebiasaan gereja-gereja yang menempatkan kotak amal (alms box) selama musim Advent. Setelah Natal, kotak-kotak ini dibuka dan isinya didistribusikan kepada mereka yang kurang beruntung, selaras dengan semangat memberi dan berbagi di musim liburan.

 

Boxing Day Sebagai Cuti Bersama

Di era modern, Boxing Day menjadi hari libur resmi atau cuti bersama di berbagai negara. Hal ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk:

  • Bersantai setelah rangkaian perayaan Natal
     
  • Berkumpul dengan keluarga dan kerabat
     
  • Melanjutkan kegiatan sosial atau amal

Dengan status cuti bersama, banyak kantor, sekolah, dan bisnis tutup, sehingga masyarakat memiliki waktu lebih untuk menghargai tradisi dan mempererat hubungan sosial.

 

Makna Menyambut Hari Stephen

Tanggal 26 Desember juga dikenal sebagai Hari Santo Stefanus (St. Stephen’s Day) dalam tradisi Kristen, menghormati santo pertama yang dikenal karena amal dan keteladanan dalam membantu orang miskin. Kisah ini juga tercermin dalam lagu Natal klasik Good King Wenceslas, yang menggambarkan tindakan kemurahan hati pada hari tersebut.

 

Tradisi Berbagi Hadiah Setelah Natal

Tradisi Boxing Day pada masa lalu cenderung lebih fokus pada berbagi dengan sesama, terutama kepada pelayan, pekerja kecil, atau yang membutuhkan. Dalam praktiknya, tradisi ini meliputi:

  • Memberi kotak hadiah (Christmas Box) kepada pekerja atau pelayan sebagai bentuk penghargaan.
  • Distribusi amal dari kotak gereja kepada kaum miskin.
  • Pertemuan keluarga dan kerabat untuk melanjutkan kebersamaan setelah hari Natal.

 

Perubahan Makna di Era Modern

Seiring waktu, makna Boxing Day juga mengalami perkembangan. Di banyak negara, selain tetap menjadi hari libur umum, hari ini menjadi waktu untuk:

  • Berbelanja besar-besaran dengan diskon besar, mirip dengan Black Friday di Amerika Serikat.
  • Menikmati acara olahraga seperti pertandingan sepak bola, balap kuda, dan olahraga lain di beberapa negara.
  • Berkumpul santai bersama keluarga setelah rangkaian perayaan Natal.

 

Nilai Penting di Balik Tradisi

Meskipun ditandai dengan kegiatan modern seperti belanja atau olahraga, semangat Boxing Day tetap berakar pada nilai berbagi, rasa syukur, dan penghargaan terhadap orang lain. Hari ini menjadi pengingat bahwa perayaan Natal tidak hanya tentang menerima, tetapi juga tentang memberi dan mempererat ikatan sosial.

 

Boxing Day bukan sekadar hari setelah Natal dengan nama unik. Ia memiliki akar sejarah yang erat dengan semangat memberi, apresiasi terhadap kerja keras, dan solidaritas sosial sekaligus menjadi cuti bersama penting di banyak negara. Dari tradisi memberi kotak hadiah kepada pekerja dan membuka kotak amal gereja, hingga evolusi modern yang dirayakan dengan berbagai cara, Boxing Day tetap menjadi bagian penting dari musim liburan di banyak budaya dunia.

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.