Logo Universitas STEKOM
MENU
Harus Menjadi Seperti Apa Agar Aku Terlihat di Matamu?
Kisah Nyata 348 views

Harus Menjadi Seperti Apa Agar Aku Terlihat di Matamu?

A

Ambar Arum Putri Hapsari

Kisah Nyata

Published

calendar_today 23 Juli 2025

Aku Telah Berubah, Tapi Apakah Itu Pernah Cukup?
Aku sudah mencoba menjadi perempuan yang sabar. Menahan emosi yang sebenarnya ingin meledak. Berkali-kali kutelan ego hanya agar kita bisa tetap baik-baik saja. Aku mendengar semua keluhanmu, semua permintaanmu, dan aku mengubah diriku perlahan demi mencocokkan langkahmu.

Aku yang dulu keras kepala, belajar untuk mengalah. Aku yang dulu mudah tersinggung, kini memilih diam. Aku belajar mendengar lebih banyak dan bicara lebih sedikit. Aku menyesuaikan cara tertawaku, cara berpikirku, bahkan hal-hal kecil yang sebenarnya bagian dari diriku. Semua kulakukan demi kamu. Tapi kamu… seakan tak pernah benar-benar melihatnya.

Aku Seperti Menghilang Dalam Diriku Sendiri

Di balik senyumku, ada luka yang lama-lama mulai terasa biasa. Rasa sakit itu tak lagi mengejutkan. Ia seperti teman lama yang setiap malam menemaniku menangis dalam diam. Aku bertanya pada diri sendiri, "Kenapa harus aku yang selalu berubah?"

Kadang aku merasa, aku bahkan lupa seperti apa diriku dulu. Karena terlalu sering berusaha jadi seseorang yang kamu mau. Dan sialnya, kamu bahkan tak pernah memberi apresiasi sekecil apapun. Satu kalimat “terima kasih” pun terasa seperti mimpi bagiku. Kamu hanya tahu menuntut, tapi lupa caranya menghargai.

Komunikasi yang Tak Pernah Bisa Searah

Hal yang paling menyakitkan bukan hanya soal diabaikan. Tapi karena aku merasa berjuang sendirian dalam hubungan ini. Kamu selalu diam. Selalu menutup diri. Ketika ada masalah, kamu memilih menjauh, bukan membicarakannya. Aku harus bicara dengan siapa kalau kamu sendiri tak mau mendengar?

Aku pernah berharap, kalau aku cukup sabar, semuanya akan berubah. Kalau aku cukup baik, kamu akan sadar. Tapi aku salah. Aku terus menunggu seseorang yang bahkan tak tahu bahwa aku terluka.

Harus Menjadi Seperti Apa Agar Kamu Melihatku?

Di titik ini aku mulai bertanya: harus menjadi seperti apa lagi agar aku terlihat di matamu? Apa aku harus benar-benar hilang dulu dari hidupmu agar kamu menyadari bahwa aku pernah ada, pernah berjuang, pernah mencintai dengan seluruh jiwaku?

Aku tahu cinta butuh perjuangan. Tapi kalau hanya satu pihak yang berjuang, itu bukan cinta—itu pengorbanan tanpa arah.

Aku Lelah, Tapi Aku Masih Belajar Melepaskan

Mungkin aku tak akan pernah cukup di matamu, karena sejak awal kamu tak pernah benar-benar membuka hatimu untukku. Tapi setidaknya aku tahu, aku pernah mencoba sekuat mungkin. Dan hari ini, jika aku memutuskan untuk berhenti, itu bukan karena aku tak cinta lagi. Tapi karena aku akhirnya sadar, aku juga berhak untuk bahagia, tanpa harus kehilangan diriku sendiri.

 

A

About the Author

Ambar Arum Putri Hapsari

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.