Logo Universitas STEKOM
MENU
Mengapa Banyak Remaja Terjebak Kenakalan, dan Bagaimana Cara Menghindarinya Sejak Dini?
Informasi 37 views

Mengapa Banyak Remaja Terjebak Kenakalan, dan Bagaimana Cara Menghindarinya Sejak Dini?

G

Gusti Ayu Tita P

Informasi

Published

calendar_today 12 Mei 2026

Kenakalan remaja menjadi persoalan sosial yang semakin sering muncul di berbagai lingkungan karena banyak anak muda mengalami tekanan pergaulan, kurang perhatian keluarga, serta pengaruh media digital yang sulit dikendalikan sejak usia dini.

Apabila tidak ditangani dengan pendekatan pendidikan yang tepat, perilaku menyimpang pada remaja dapat berkembang menjadi kebiasaan buruk yang memengaruhi masa depan, hubungan sosial, kesehatan mental, hingga kehidupan akademik mereka secara keseluruhan.


PENYEBAB KENAKALAN REMAJA

  1. Kurangnya Perhatian
    Banyak remaja mulai mencari perhatian dari lingkungan luar ketika hubungan dengan orang tua terasa renggang, sehingga mereka lebih mudah mengikuti perilaku negatif demi mendapatkan pengakuan sosial dari teman sebaya. Kondisi tersebut semakin berbahaya apabila keluarga jarang melakukan komunikasi terbuka, karena anak cenderung memendam masalah pribadi dan melampiaskannya melalui tindakan yang melanggar aturan sosial maupun norma lingkungan sekitar.
  2. Pengaruh Pergaulan
    Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja karena pada usia tersebut mereka cenderung ingin diterima dalam kelompok meskipun harus mengikuti perilaku yang sebenarnya merugikan diri sendiri. Ketika seorang remaja berada dalam lingkaran pergaulan yang gemar melakukan pelanggaran, risiko terjadinya tindakan seperti tawuran, merokok, hingga penyalahgunaan zat terlarang akan meningkat secara signifikan.
  3. Tekanan Emosi
    Perubahan emosional yang terjadi pada masa remaja sering membuat mereka sulit mengendalikan amarah, rasa kecewa, maupun tekanan psikologis sehingga tindakan impulsif lebih mudah muncul tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Apabila kondisi emosional tersebut tidak diarahkan dengan pendampingan yang baik, remaja dapat mengekspresikan frustrasi melalui tindakan agresif, pelanggaran aturan sekolah, atau perilaku lain yang membahayakan diri sendiri.
  4. Pengaruh Media
    Akses internet yang semakin mudah membuat remaja dapat melihat berbagai konten negatif tanpa pengawasan memadai, sehingga mereka berpotensi meniru tindakan yang dianggap keren meskipun bertentangan dengan nilai moral masyarakat. Tayangan yang mengandung kekerasan, ujaran kasar, maupun gaya hidup bebas dapat memengaruhi pola pikir remaja apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dan kemampuan menyaring informasi secara bijaksana.
  5. Kurangnya Pendidikan
    Minimnya pendidikan moral dan kedisiplinan sejak kecil sering menyebabkan remaja tidak memahami batas perilaku yang baik, sehingga mereka lebih mudah terpengaruh oleh tindakan menyimpang di lingkungan sekitar. Ketika sekolah dan keluarga gagal memberikan contoh positif secara konsisten, anak akan mengalami kebingungan dalam menentukan nilai hidup serta sulit membedakan perilaku yang bermanfaat dan merugikan.

 

CARA MENGHINDARI KENAKALAN REMAJA

  1. Membangun Komunikasi
    Komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak mampu menciptakan rasa aman sehingga remaja lebih terbuka dalam menyampaikan masalah, tekanan sosial, maupun kesulitan emosional yang mereka alami setiap hari. Dengan adanya hubungan yang terbuka dan penuh perhatian, remaja akan merasa dihargai sehingga tidak mudah mencari pelarian negatif melalui pergaulan bebas atau tindakan yang merugikan masa depan mereka.
  2. Memilih Lingkungan
    Remaja perlu dibimbing untuk memilih lingkungan pertemanan yang sehat karena kebiasaan sehari-hari sering terbentuk dari orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan mereka dalam kehidupan sosial. Lingkungan yang positif biasanya mendorong remaja untuk fokus pada pendidikan, kegiatan produktif, serta pengembangan bakat sehingga risiko terjerumus dalam tindakan menyimpang dapat ditekan secara bertahap.
  3. Mengelola Emosi
    Kemampuan mengendalikan emosi sangat penting diajarkan sejak dini agar remaja mampu menghadapi tekanan hidup tanpa harus melampiaskan kemarahan melalui tindakan agresif atau perilaku yang melanggar aturan. Pendidikan tentang pengelolaan stres, kesabaran, dan penyelesaian masalah secara tenang akan membantu remaja menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menghadapi berbagai konflik sosial.
  4. Meningkatkan Kegiatan
    Mengikuti kegiatan positif seperti olahraga, organisasi, maupun aktivitas seni dapat membantu remaja menyalurkan energi dan kreativitas mereka ke arah yang lebih bermanfaat serta membangun rasa percaya diri secara sehat. Kesibukan yang produktif juga mampu mengurangi peluang remaja untuk terlibat dalam aktivitas negatif karena waktu luang mereka digunakan untuk pengembangan kemampuan dan prestasi pribadi.
  5. Menanamkan Nilai
    Pendidikan moral dan nilai kehidupan yang diberikan secara konsisten akan membantu remaja memahami pentingnya tanggung jawab, rasa hormat, serta kepedulian terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Ketika nilai positif ditanamkan sejak kecil melalui contoh nyata dalam keluarga dan sekolah, remaja akan memiliki pegangan kuat untuk menolak pengaruh buruk dari luar.

 

KESIMPULAN

Kenakalan remaja dapat muncul karena berbagai faktor seperti lingkungan, kurang perhatian keluarga, hingga tekanan emosional yang tidak tertangani dengan baik sejak usia dini.Pencegahan perlu dilakukan melalui komunikasi yang sehat, pendidikan moral, serta pengawasan yang seimbang agar remaja mampu membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.Keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membimbing remaja supaya tidak mudah terpengaruh perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.Dengan dukungan lingkungan yang baik dan pembinaan sejak dini, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

G

About the Author

Gusti Ayu Tita P

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.