Logo Universitas STEKOM
MENU
Pura-Pura Paham di Kelas dan Risiko yang Tak Disadari
Tips dan Trik 194 views

Pura-Pura Paham di Kelas dan Risiko yang Tak Disadari

G

Gusti Ayu Tita

Tips dan Trik

Published

calendar_today 23 Februari 2026

Fenomena pura-pura paham di kelas sering terjadi di lingkungan sekolah maupun kampus. Banyak siswa dan mahasiswa memilih diam ketika tidak memahami materi, lalu berpura-pura mengerti demi menjaga citra di hadapan guru, dosen, atau teman sebaya. Sekilas terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini menyimpan risiko yang tidak disadari.

Dalam dunia pendidikan yang kompetitif, terlihat pintar sering dianggap lebih penting daripada benar-benar memahami materi. Padahal, kebiasaan menutup kebingungan justru dapat menghambat perkembangan akademik dan kepercayaan diri dalam jangka panjang.

MENGAPA SISWA DAN MAHASISWA PURA-PURA PAHAM

Ada beberapa alasan mengapa seseorang memilih berpura-pura paham saat proses pembelajaran berlangsung.

TAKUT TERLIHAT TIDAK KOMPETEN

Banyak pelajar khawatir dianggap kurang cerdas jika mengajukan pertanyaan dasar.

TEKANAN SOSIAL DI KELAS

Ketika sebagian besar teman terlihat mengerti, muncul perasaan tidak enak jika menjadi satu-satunya yang bertanya.

RASA MALU DAN CANGGUNG

Berbicara di depan kelas membutuhkan keberanian. Tidak semua orang nyaman menjadi pusat perhatian.

BUDAYA BELAJAR YANG KURANG TERBUKA

Lingkungan belajar yang kurang mendukung diskusi membuat siswa atau mahasiswa enggan menyampaikan kebingungan.

RISIKO AKADEMIK YANG JARANG DISADARI

Pura-pura paham mungkin terasa aman untuk sesaat, tetapi dampaknya bisa cukup serius.

PEMAHAMAN YANG TIDAK MENDALAM

Materi yang tidak dipahami dengan baik akan menyulitkan saat menghadapi tugas, ujian, atau pembahasan lanjutan.

PENURUNAN PRESTASI

Kurangnya pemahaman dasar dapat memengaruhi nilai dan performa akademik secara keseluruhan.

HILANGNYA KESEMPATAN BELAJAR

Setiap pertanyaan sebenarnya adalah peluang untuk memperdalam wawasan. Ketika kesempatan itu dilewatkan, proses belajar menjadi kurang maksimal.

DAMPAK TERHADAP KESEHATAN MENTAL

Selain berdampak pada akademik, kebiasaan pura-pura paham juga memengaruhi kondisi psikologis.

Menahan kebingungan dapat memicu stres akademik. Seseorang mungkin merasa tertekan karena harus terus mempertahankan citra seolah-olah mengerti. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan rasa percaya diri dan menimbulkan kecemasan saat menghadapi pelajaran yang semakin kompleks.

CARA MENGHENTIKAN KEBIASAAN PURA-PURA PAHAM

Mengubah kebiasaan ini membutuhkan keberanian dan pola pikir yang tepat.

SADARI BAHWA TIDAK PAHAM ITU WAJAR

Belajar adalah proses. Tidak memahami materi bukan tanda kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan memahami.

LATIH KEBERANIAN BERTANYA

Mulailah dengan pertanyaan sederhana. Semakin sering dilakukan, rasa canggung akan berkurang.

MANFAATKAN DISKUSI KELOMPOK

Berdiskusi dengan teman dapat membantu memperjelas materi tanpa tekanan besar seperti berbicara di depan kelas.

BANGUN LINGKUNGAN YANG MENDUKUNG

Guru, dosen, dan siswa perlu menciptakan suasana belajar yang terbuka dan saling menghargai.

KESIMPULAN

Pura-pura paham di kelas mungkin terlihat sebagai solusi cepat untuk menghindari rasa malu. Namun, risiko yang tak disadari jauh lebih besar, mulai dari penurunan prestasi hingga tekanan mental. Keberanian untuk bertanya adalah langkah penting dalam proses belajar yang sehat.

Dengan mengubah pola pikir dan membangun budaya diskusi yang positif, siswa dan mahasiswa dapat belajar lebih optimal tanpa harus menyembunyikan ketidaktahuan.

 

G

About the Author

Gusti Ayu Tita

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.