Logo Universitas STEKOM
MENU
Seminar Kosabangsa 2025 Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan
Informasi 14 views

Seminar Kosabangsa 2025 Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan

W

Wizdan Ulum

Informasi

Published

calendar_today 19 Juni 2026

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memaparkan hasil pelaksanaan program, mengevaluasi capaian yang telah diraih, sekaligus berbagi pengalaman terbaik dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kosabangsa Perkuat Kontribusi Perguruan Tinggi

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar, mulai dari pelaksana program, tim pendamping, reviewer, hingga panitia.

Menurutnya, Program Kosabangsa merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional melalui pengabdian kepada masyarakat. Berbagai inovasi dan solusi yang dihasilkan menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Fauzan juga berharap kolaborasi yang telah terbangun melalui program ini dapat terus diperluas sehingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat saling terhubung dan memperkuat dampak yang dihasilkan.

Dampak Nyata Menjadi Tolok Ukur Keberhasilan

Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Luthfi Ilham Ramdhani, menjelaskan bahwa Program Kosabangsa kini telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Selama perjalanan tersebut, program ini terus berkembang menjadi model kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi dan teknologi bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Kosabangsa tidak hanya dinilai dari capaian akademik, tetapi juga dari dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat mitra. Oleh karena itu, seminar hasil menjadi sarana penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik yang telah terbukti memberikan manfaat.

Selaras dengan Konsep Perguruan Tinggi Berdampak

Luthfi menambahkan bahwa arah pengembangan Program Kosabangsa ke depan akan semakin sejalan dengan penguatan indikator perguruan tinggi berdampak. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan kualitas akademik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, membuka akses pasar bagi produk lokal, serta menghadirkan dampak yang dapat diukur secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa penerimaan proposal Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2026 akan segera dibuka setelah rangkaian seminar hasil selesai dilaksanakan. Pengalaman dan pembelajaran yang dibagikan dalam seminar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada periode berikutnya.

BACA JUGA: Kemdiktisaintek Percepat Pengembangan Kampus Inklusif untuk Mahasiswa Disabilitas

LLDIKTI Dorong Penguatan Ekosistem Riset dan Pengabdian

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menyambut baik pelaksanaan seminar yang mempertemukan para pelaksana dan pendamping Program Kosabangsa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, forum semacam ini memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi perlu terus didorong agar dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Andi juga menilai bahwa pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam seminar ini dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat di masa depan.

Diikuti Puluhan Tim dari Seluruh Indonesia

Seminar Hasil Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025 diikuti oleh 58 ketua tim pelaksana dan 58 ketua tim pendamping dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan 20 tim penilai dan 10 pendamping kelas guna mendukung proses evaluasi, penilaian, serta penguatan hasil program.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek berharap berbagai inovasi, praktik terbaik, dan model pemberdayaan masyarakat yang telah dihasilkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program pengabdian di berbagai daerah.

 

Seminar Hasil Program Kosabangsa 2025 menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi, riset, dan kolaborasi. Dengan melibatkan berbagai pihak dari seluruh Indonesia, program ini tidak hanya memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Sumber Berita:

Seminar Hasil Program Kosabangsa 2025 Perkuat Dampak Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat 

W

About the Author

Wizdan Ulum

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.