Logo Universitas STEKOM
MENU
Siswa dari SMKN 2 Madiun Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM
Beasiswa 240 views

Siswa dari SMKN 2 Madiun Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Published

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Program ini dirancang untuk melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia agar dapat belajar secara langsung melalui pengalaman nyata di lapangan.

Salah satu siswa yang mengikuti program ini adalah Vebi Evita Rihardiani, siswi dari SMKN 2 Madiun. Vebi terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat dari ribuan peserta pendaftar dari seluruh Indonesia dan dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 24 peserta terbaik yang berkesempatan mengikuti program edukasi inklusi bersama Universitas STEKOM.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi ini bernama Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Kegiatan berlangsung selama 11 hari 8 malam, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian program dilaksanakan di Provinsi Bali, dengan lokasi utama kegiatan pengabdian masyarakat berada di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Melalui program ini, Universitas STEKOM memberikan ruang pembelajaran yang menekankan pemahaman tentang pendidikan inklusif, empati sosial, serta pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk berkembang dan mandiri. Peserta tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas sosial yang membentuk karakter dan kepekaan terhadap realitas di masyarakat.

Tour Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk mengenal budaya, sejarah, dan nilai kearifan lokal masyarakat Bali melalui kunjungan ke sejumlah destinasi inspiratif, antara lain Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, serta Gili Putih.

Wisata edukasi ini menjadi tahap awal pembelajaran yang bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai keberagaman budaya dan nilai kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Pengalaman ini menjadi fondasi penting sebelum peserta memasuki kegiatan pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi di SLB

Memasuki hari keempat hingga hari ketujuh, peserta mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Fokus utama kegiatan ini adalah Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang disesuaikan dengan kemampuan, minat, dan potensi peserta didik SLB.

Vebi Evita Rihardiani bersama peserta lainnya terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pendampingan, mulai dari pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja sederhana, hingga kegiatan edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus. Interaksi ini memberikan pengalaman mendalam mengenai pentingnya kesabaran, empati, serta pendekatan inklusif dalam dunia pendidikan dan sosial.

Wisata Alam dan Religi

Pada hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan sebagai sarana refleksi diri dan dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk merenungkan seluruh proses pembelajaran dan pengabdian yang telah dijalani. Refleksi dilakukan untuk memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kesadaran sosial agar pengalaman selama program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup dan Refleksi Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi dan berbagi pengalaman bersama seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta menyampaikan kesan, pembelajaran, serta komitmen pribadi untuk terus mendukung pendidikan inklusi dan kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan pandangannya secara personal terkait pelaksanaan program ini.
“Melalui program ini, saya berharap para peserta benar-benar belajar dari pengalaman nyata. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung bagaimana empati, kepedulian, dan kebersamaan dibangun. Pengalaman ini saya yakini akan membentuk cara pandang mereka ke depan dan menumbuhkan komitmen untuk terus peduli pada pendidikan inklusif di mana pun mereka berada,” ungkapnya.

Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama para peserta. Dari Bali, Universitas STEKOM memulai langkah nyata dalam menumbuhkan harapan baru bagi pendidikan inklusi serta kemandirian masa depan yang lebih berkelanjutan.

E

About the Author

Ejelita Elifatun Nisa

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.