Logo Universitas STEKOM
MENU
Siswa dari SMKN 2 Tuban Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM
Beasiswa 214 views

Siswa dari SMKN 2 Tuban Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Published

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan nilai edukasi, kepedulian sosial, dan kemanusiaan. Program ini dirancang untuk melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia agar memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pendidikan inklusif dan pengabdian kepada masyarakat.

Dua siswa dari SMKN 2 Tuban, yaitu Seyla Marpina Putri dan Alisa Widia Putri, menjadi bagian dari peserta program ini. Keduanya terpilih setelah melalui proses seleksi yang ketat dari ribuan pendaftar di tingkat nasional dan dinyatakan lolos sebagai dua dari total 24 peserta terbaik yang mendapatkan kesempatan mengikuti program edukasi inklusi bersama Universitas STEKOM.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi yang bernama Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Provinsi Bali dengan lokasi utama pengabdian masyarakat berada di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Melalui program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman perjalanan edukatif, tetapi juga pembelajaran nilai empati, toleransi, serta pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan yang setara bagi semua kalangan. Universitas STEKOM menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menekankan keterlibatan langsung di lapangan sebagai sarana pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Tour Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Dalam tahap awal ini, peserta diajak mengenal budaya, sejarah, serta kearifan lokal masyarakat Bali melalui kunjungan ke sejumlah destinasi inspiratif, antara lain Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.

Kegiatan wisata edukasi ini memberikan wawasan mengenai nilai harmoni kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal bagi peserta sebelum memasuki agenda pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi di SLB

Pada hari keempat hingga hari ketujuh, peserta mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Fokus utama kegiatan ini adalah Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing peserta didik.

Seyla Marpina Putri dan Alisa Widia Putri terlibat langsung dalam pendampingan siswa, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja sederhana, serta kegiatan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus. Interaksi ini memberikan pengalaman berharga tentang pentingnya pendekatan yang inklusif, sabar, dan penuh empati dalam dunia pendidikan dan sosial.

Wisata Alam dan Religi

Memasuki hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan sebagai sarana refleksi diri serta dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini menjadi ruang perenungan atas seluruh proses pembelajaran dan pengabdian yang telah dijalani. Peserta diajak memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kepedulian sosial sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Refleksi Bersama dan Harapan Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi dan berbagi pengalaman bersama seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta menyampaikan kesan, pembelajaran, serta komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan inklusi dan kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.

Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan pandangannya secara personal terkait pelaksanaan program ini.
“Melalui program ini, saya berharap para peserta dapat membawa pulang pengalaman yang bermakna. Mereka belajar langsung tentang empati, kepedulian, dan arti kebermanfaatan sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dan terus mereka terapkan dalam kehidupan serta lingkungan tempat mereka berada,” tuturnya.

Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama para peserta. Dari Bali, Universitas STEKOM memulai langkah nyata dalam menumbuhkan harapan baru bagi pendidikan inklusi dan kemandirian masa depan yang lebih berkelanjutan.

E

About the Author

Ejelita Elifatun Nisa

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.