Logo Universitas STEKOM
MENU
Siswa SMA Negeri 11 Semarang Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM
Beasiswa 337 views

Siswa SMA Negeri 11 Semarang Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Published

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) kembali menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menekankan nilai empati, kepedulian sosial, dan pendidikan yang setara. Program ini melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi dan pengabdian masyarakat.

Dua siswi SMA Negeri 11 Semarang, Amelia Kusumaningrum dan Hanna Awliya Lesmana Putri, terpilih sebagai peserta dalam program ini. Keduanya dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi ketat dari ribuan pendaftar dan menjadi bagian dari 24 peserta terbaik yang memperoleh kesempatan mengikuti program nasional bersama Universitas STEKOM.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi yang bernama Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Provinsi Bali dengan lokasi utama pengabdian di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam memahami praktik pendidikan inklusif, sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial dan karakter peduli terhadap sesama. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, peserta diharapkan mampu melihat secara nyata tantangan dan potensi yang dimiliki anak berkebutuhan khusus.

Tour Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi yang memiliki nilai budaya dan edukatif, di antaranya Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai kearifan lokal masyarakat Bali, nilai spiritualitas, serta filosofi hidup yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Wisata edukasi ini menjadi bekal awal sebelum peserta memasuki kegiatan pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi di SLB

Pada hari keempat hingga hari ketujuh, peserta mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Fokus utama kegiatan ini adalah Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi siswa SLB.

Amelia Kusumaningrum dan Hanna Awliya Lesmana Putri terlibat aktif dalam kegiatan pendampingan siswa, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja, serta berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri. Interaksi langsung ini memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya pendekatan empatik dan inklusif dalam dunia pendidikan.

Wisata Alam dan Religi

Memasuki hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan pada refleksi diri dan dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini menjadi ruang perenungan atas seluruh proses pembelajaran dan pengabdian yang telah dilalui. Peserta diajak untuk memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kepedulian sosial sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Refleksi Bersama dan Komitmen Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi dan berbagi pengalaman. Dalam sesi ini, peserta menyampaikan pembelajaran yang diperoleh selama program serta komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan inklusi di lingkungan masing-masing.

Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan pandangannya secara personal terkait pelaksanaan program ini.

“Melalui program ini, saya ingin para peserta benar-benar melihat dan merasakan langsung realitas di lapangan. Dari pengalaman tersebut, mereka belajar tentang empati, kepedulian, dan arti kebermanfaatan. Saya berharap pengalaman ini nantinya membekas dan mendorong mereka untuk terus peduli terhadap pendidikan inklusif di mana pun berada,” ungkapnya.

Melalui perjalanan ini, Universitas STEKOM bersama para peserta berkomitmen untuk terus belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Dari Bali, langkah nyata ini diharapkan menjadi awal bagi terwujudnya pendidikan inklusi dan kemandirian masa depan yang lebih berkelanjutan.

E

About the Author

Ejelita Elifatun Nisa

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.