Logo Universitas STEKOM
MENU
Siswa SMKN 1 Leuwimunding Kabupaten Majalengka Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM
Beasiswa 312 views

Siswa SMKN 1 Leuwimunding Kabupaten Majalengka Ikuti Program Edukasi Inklusi Bersama Universitas STEKOM

E

Ejelita Elifatun Nisa

Beasiswa

Published

calendar_today 5 Januari 2026

Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pendidikan yang setara dan berkeadilan. Program ini melibatkan siswa SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukatif, sosial, dan kemanusiaan yang berorientasi pada pemberdayaan anak berkebutuhan khusus.

Salah satu peserta yang terpilih adalah Yusi Rusliyana, siswa SMKN 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Yusi Rusliyana berhasil melewati proses seleksi yang ketat dari ribuan pendaftar dan dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 24 peserta terbaik yang berkesempatan mengikuti program nasional ini bersama Universitas STEKOM.

Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi yang bernama Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Provinsi Bali, dengan fokus utama pengabdian masyarakat di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami konsep pendidikan inklusi, membangun empati sosial, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung kemandirian anak berkebutuhan khusus. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.

Tour Wisata Edukasi Bali

Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengenal nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Bali melalui kunjungan ke sejumlah destinasi inspiratif, seperti Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.

Melalui pembelajaran berbasis pengalaman tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang toleransi, keberagaman budaya, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai spiritual. Kegiatan wisata edukasi ini menjadi fondasi awal sebelum peserta terjun langsung ke kegiatan pengabdian masyarakat inklusi.

Pengabdian Masyarakat Inklusi di SLB

Memasuki hari keempat hingga hari ketujuh, program difokuskan pada kegiatan pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Pada tahap ini, peserta terlibat langsung dalam Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi siswa SLB.

Yusi Rusliyana berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja, serta interaksi edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendekatan inklusif dan empatik dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial.

Wisata Alam dan Religi

Pada hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang berfungsi sebagai sarana refleksi diri serta dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi dan perenungan atas seluruh proses pembelajaran dan pengabdian yang telah dijalani. Peserta diajak untuk memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, serta kepedulian sosial sebagai bekal dalam menjalani peran di lingkungan masing-masing.

Refleksi Bersama dan Komitmen Keberlanjutan

Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi dan berbagi pengalaman. Dalam sesi ini, peserta menyampaikan pembelajaran, kesan, serta komitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan inklusi di sekolah dan masyarakat.

Program ini dilandasi keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan bekerja. Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama para peserta. Dari Bali, langkah awal dibangun untuk menciptakan harapan baru bagi pendidikan inklusi dan kemandirian masa depan yang lebih berkelanjutan.

E

About the Author

Ejelita Elifatun Nisa

Author — STEKOM University

An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.