Universitas STEKOM (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) kembali menyelenggarakan Program Wisata Edukasi dan Pengabdian Masyarakat Inklusi sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung pendidikan inklusif dan penguatan karakter generasi muda. Program ini melibatkan siswa dari SMA dan SMK terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Iktiar Arta Winata, siswa SMKN 1 Purworejo.
Iktiar Arta Winata berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat dari ribuan pendaftar dan terpilih sebagai salah satu dari 24 peserta terbaik yang berkesempatan mengikuti program Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Keikutsertaannya mencerminkan peran aktif pelajar SMK dalam kegiatan edukatif dan sosial yang berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Program wisata edukasi dan pengabdian masyarakat inklusi ini berlangsung selama 11 hari 8 malam, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Provinsi Bali dengan fokus utama pada pengabdian masyarakat inklusi di SLB Buleleng dan SLB Karangasem.
Program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan wisata edukasi, pengabdian sosial, refleksi diri, serta penguatan nilai empati dan kepedulian. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pendidikan inklusif serta kontribusi generasi muda dalam membangun kemandirian anak berkebutuhan khusus.
Wisata Edukasi Bali
Kegiatan diawali pada hari pertama hingga hari ketiga dengan agenda tour wisata edukasi Bali. Peserta mengikuti pembelajaran budaya dan nilai sosial melalui kunjungan ke berbagai destinasi inspiratif, seperti Pantai Gerokgak, Pura Gunung Gondol, Pulaki Temple, Pulaki Beach, dan Gili Putih.
.png)
Rangkaian wisata edukasi ini bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai kearifan lokal masyarakat Bali serta menanamkan sikap saling menghargai terhadap keberagaman budaya. Kegiatan observasi dan diskusi menjadi bagian dari proses pembelajaran sebelum memasuki agenda pengabdian masyarakat.
Pengabdian Masyarakat Inklusi
Pada hari keempat hingga hari ketujuh, program difokuskan pada pengabdian masyarakat inklusi yang dilaksanakan di SLB Buleleng dan SLB Karangasem. Peserta terlibat langsung dalam pelaksanaan Pelatihan Kebekerjaan untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pendampingan siswa, pengenalan keterampilan dasar, simulasi aktivitas kerja, serta kegiatan edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Melalui interaksi ini, peserta memperoleh pemahaman nyata mengenai potensi, tantangan, dan pendekatan yang tepat dalam pendidikan inklusif.
Wisata Alam dan Religi
Memasuki hari kedelapan hingga hari kesepuluh, peserta mengikuti agenda wisata alam dan religi yang difokuskan pada refleksi diri dan dokumentasi perjalanan sosial. Destinasi yang dikunjungi meliputi Gunung Batur dan Kintamani, Pantai Amed, Tirta Gangga, Lempuyang Temple, serta Pantai Tulamben.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk merefleksikan pengalaman pengabdian yang telah dilalui serta memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Refleksi Bersama
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari kesebelas melalui sesi refleksi bersama. Dalam sesi ini, peserta melakukan sharing pengalaman, pembelajaran, serta menyampaikan komitmen keberlanjutan dalam mendukung pendidikan inklusif di lingkungan masing-masing.
Program ini menegaskan keyakinan bahwa setiap anak memiliki hak yang setara untuk bermimpi dan bekerja. Melalui perjalanan ini, mahasiswa Universitas STEKOM bersama peserta hadir untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Dari Bali, diharapkan tumbuh harapan baru bagi pendidikan inklusi dan kemandirian masa depan.
About the Author
Ejelita Elifatun Nisa
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.