Dari Rahwana ke Kamu: Cinta Gak Harus Maksa
Dulu, Rahwana jatuh cinta sama Sinta. Tapi bukannya ngungkapin perasaan dengan cara gentle, dia malah nyulik Sinta.
Kenapa? Karena dia pikir, “Kalau gue suka, dia harus punya gue.”
Mentalitas kayak gini udah salah dari zaman kerajaan dulu. Dan sedihnya, sampai sekarang masih ada yang mikir cinta tuh kayak paksaan.
Naksir boleh, tapi bukan berarti target kamu wajib ngerasa hal yang sama.
Toxic Love Zaman Sekarang: Lebih Lembut, Tapi Tetap Ngeselin
Kalau Rahwana langsung bawa Sinta kabur, toxic love versi zaman sekarang datang dalam bentuk yang lebih halus.
Contohnya:
“Aku udah kasih semuanya buat kamu, masa kamu nggak bisa sayang balik?”
“Kamu jahat, aku udah setia tapi kamu ninggalin aku.”
“Kalau kamu nggak nerima aku, aku bakal… (isi sendiri ancamannya)”
Semua dibungkus dalam kata-kata manis, padahal isinya tekanan batin.
Itu bukan cinta, itu ego.
Cinta Sehat = Bebas Milih, Bukan Dipaksa
Cinta yang sehat itu butuh dua hal: rasa suka dan rasa hormat.
Kalau kamu suka seseorang, kamu bisa perjuangin. Tapi kamu juga harus siap ditolak — itu bagian dari proses yang sehat.
Yang salah tuh ketika kamu maksa orang buat suka balik, seolah-olah perasaanmu lebih penting dari kenyamanan dia.
Belajar dari Sinta: Jangan Nunggu Diselamatkan
Sinta mungkin sabar banget, tapi bukan berarti kamu harus nunggu diselamatkan dari hubungan atau pendekatan yang bikin gak nyaman.
Kamu punya hak buat bilang “nggak”. Dan kamu gak perlu merasa bersalah karena nolak orang yang maksa.
About the Author
Ambar Arum Putri Hapsari
Author — STEKOM University
An active author focused on academic issues, educational technology, and human resource development in the campus environment.