Semarang, 9 Februari — Universitas STEKOM menyelenggarakan kegiatan pelatihan bersama siswa SMK Negeri 9 Semarang sebagai bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi generasi muda. Kegiatan ini menghadirkan beragam kelas pelatihan, mulai dari vokal, public speaking, hukum, coding, content creator, teknik sipil, hingga DJ.
Di antara seluruh kelas yang diselenggarakan, pelatihan Bahasa Isyarat menjadi kelas dengan jumlah peminat terbanyak. Sebanyak 170 siswa dari lebih dari 350 peserta memilih mengikuti kelas ini. Tingginya antusiasme tersebut bahkan membuat para pelatih dari Universitas STEKOM merasa takjub terhadap semangat siswa dalam mempelajari dunia inklusi.
Pelatihan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan minat yang besar sejak sesi awal hingga akhir kegiatan. Materi yang diberikan mencakup kosakata dasar Bahasa Isyarat, seperti konsep 5W+1H, nama hari, serta berbagai kosakata dasar lainnya. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang diterima.
Keistimewaan kelas ini terletak pada keterlibatan langsung mahasiswa Universitas STEKOM penyandang disabilitas tunarungu, Aya dan Khansa, yang turut menjadi pendamping dalam pelatihan. Kehadiran mereka tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang autentik, tetapi juga memperkuat nilai inklusivitas serta empati di kalangan peserta.
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran, siswa juga diajak mengaplikasikan Bahasa Isyarat melalui lagu berjudul “Kota Ini Tak Sama Tanpamu”. Di penghujung acara, para peserta menampilkan hasil latihan mereka di atas panggung. Penampilan tersebut menjadi momen apresiasi sekaligus bukti bahwa pembelajaran dapat berlangsung efektif dalam suasana yang menyenangkan.

Pelatih Bahasa Isyarat Universitas Stekom mengungkapkan rasa senang, bahagia, dan haru atas semangat serta partisipasi aktif para siswa. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya komunikasi inklusif semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan Bahasa Isyarat tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan komunikasi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan penghargaan terhadap keberagaman.