<p style="font-size:10px">
sumber img: X Fabrizio Romano
</p>
Bodø/Glimt berhasil mencatat kemenangan bersejarah 3-1 atas Manchester City pada laga lanjutan Liga Champions yang berlangsung di Aspmyra Stadion. Klub asal Norwegia tersebut sukses menundukkan tim unggulan asal Inggris itu dengan skor 3-1, hasil yang langsung menyita perhatian publik sepak bola Eropa.
Kemenangan ini tidak hanya bersejarah bagi Bodø/Glimt, tetapi juga berdampak signifikan terhadap peta persaingan grup. Manchester City yang diunggulkan untuk melaju mulus justru harus menerima kenyataan pahit setelah tampil di bawah performa terbaiknya.
Sejak menit awal, Bodø/Glimt tampil agresif dan berani menekan lini pertahanan Manchester City. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-22 ketika Kasper Høgh membuka keunggulan melalui penyelesaian klinis di dalam kotak penalti. Hanya berselang dua menit, Høgh kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya pada menit ke-24 membuat Bodø/Glimt unggul 2-0 dan memaksa Manchester City keluar dari zona nyaman.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak banyak berubah. Bodø/Glimt tetap disiplin menjaga organisasi permainan dan mengandalkan serangan cepat. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil saat Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga pada menit ke-58, memperbesar keunggulan tuan rumah. Manchester City sempat memberikan respon cepat lewat gol Rayan Cherki pada menit ke-60. Namun harapan untuk bangkit meredup setelah Rodri diganjar kartu merah, membuat City harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Manchester City gagal menambah gol. Bodø/Glimt berhasil mempertahankan keunggulan dan mengunci kemenangan bersejarah di kandang sendiri.
BACA JUGA: Arsenal Menang 3-1 atas Inter Milan di Liga Champions
Statistik Tidak Selalu Menentukan Hasil
Meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan, Manchester City gagal memaksimalkan peluang. Sebaliknya, Bodø/Glimt tampil lebih efektif, disiplin, dan tajam dalam penyelesaian akhir.
Hasil ini membuat persaingan di Liga Champions semakin terbuka. Bodø/Glimt menjaga peluang untuk melangkah lebih jauh, sementara Manchester City wajib meraih hasil maksimal di laga terakhir guna mengamankan tiket ke fase gugur. Kekalahan ini juga menjadi peringatan bagi City bahwa konsistensi dan fokus tetap menjadi faktor krusial di kompetisi sekelas Liga Champions.