Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat sinergi riset nasional melalui forum diskusi bersama pimpinan perguruan tinggi yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Kamis, 7 Mei 2026. Forum tersebut menjadi wadah pembahasan berbagai strategi penguatan ekosistem riset nasional, mulai dari pendanaan penelitian hingga hilirisasi inovasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

 

Fokus Penguatan Pendanaan dan Kolaborasi Riset

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, yang didampingi Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso.

Dalam pembukaan forum, Heri Kuswanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan riset nasional. Pembahasan mencakup penguatan pendanaan penelitian, pengembangan kolaborasi riset, hingga penyusunan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Selain itu, pemerintah juga membahas upaya peningkatan dukungan terhadap kegiatan penelitian di perguruan tinggi. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah proposal penelitian nasional dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan tambahan anggaran riset nasional serta pengembangan berbagai skema penelitian strategis.

 

Perguruan Tinggi Dinilai Punya Peran Penting

Dalam forum tersebut, Fauzan Adziman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara kampus, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat luas.

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Karena itu, kolaborasi dan sinergi perlu terus diperkuat agar hasil riset dan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Ditjen Risbang juga memperkenalkan sejumlah program strategis untuk mendukung penguatan kapasitas riset nasional. Program tersebut meliputi konsorsium riset dalam dan luar negeri, Diaspora Berdampak, Mahasiswa Berdampak, serta penguatan kolaborasi riset internasional. Berbagai program itu diarahkan untuk membantu perguruan tinggi menghasilkan riset yang lebih berdampak dan mampu menjawab berbagai persoalan nasional maupun daerah.

 

ITS Soroti Pentingnya Hilirisasi Inovasi

Rektor ITS, Bambang Pramujati, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri agar hasil penelitian tidak berhenti pada tahap akademik saja.

Ia menilai bahwa hilirisasi inovasi harus terus diperkuat supaya hasil riset dapat berkembang menjadi solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan dunia industri. Selain itu, Bambang juga menekankan perlunya keberlanjutan dukungan terhadap riset unggulan perguruan tinggi agar mampu bersaing secara nasional maupun internasional.

 

Pimpinan Kampus Sampaikan Berbagai Masukan

Dalam sesi diskusi, sejumlah pimpinan perguruan tinggi menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan ekosistem pendanaan riset dan keberlanjutan program penelitian unggulan.

Peserta forum juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap proses hilirisasi inovasi di perguruan tinggi. Selain itu, kolaborasi lintas kampus dan kemitraan dengan industri dinilai menjadi langkah penting agar hasil penelitian dapat lebih cepat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Melalui forum diskusi di ITS Surabaya ini, Ditjen Risbang menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem riset nasional yang kolaboratif, adaptif, dan berdampak. Penguatan pendanaan, kolaborasi lintas perguruan tinggi, serta dukungan hilirisasi inovasi diharapkan mampu mendorong hasil riset Indonesia menjadi lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah.

 

Sumber Berita:

Ditjen Risbang Perkuat Sinergi Riset Nasional melalui forum diskusi bersama PTN dan PTS di Surabaya