Semarang, 28 Januari 2026 — Dalam rangka mendukung pembangunan inklusif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan startup Universitas STEKOM Semarang, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Inklusi Sektor Manufaktur untuk Disabilitas.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Januari 2026, bertempat di SLB Negeri Semarang, Gedung Semeru, Jalan Elang Raya No. 2, Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Acara ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan disabilitas dengan dunia industri manufaktur guna membuka peluang kerja yang lebih aksesibel dan berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kementerian Perindustrian, antara lain Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, serta Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Logistik. Turut hadir pula jajaran direktur di lingkungan Ditjen IKMA, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, CEO Top Loker sekaligus Rektor Universitas STEKOM Semarang, serta Kepala SLB Negeri Semarang.

Selain unsur pemerintah dan akademisi, kegiatan ini juga diikuti oleh 24 perusahaan manufaktur dari berbagai subsektor, antara lain PT Demak Putra Mandiri, PT Jaya Setya Plastik, PT Sinar Harapan Plastik, PT Royal Regent Indonesia, PT Combine Will Industrial Indonesia, PT Japfa Comfeed, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, PT Pan Brothers, PT Pura Barutama, hingga PT Sariwarna Asli Textile Industry. Kehadiran dunia industri menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas.
Tak hanya melibatkan pemangku kepentingan, kegiatan ini juga diikuti oleh lebih dari 50 siswa dan siswi penyandang disabilitas dari beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Jawa Tengah. Para peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi diri secara langsung kepada dunia industri.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memfasilitasi pertemuan dan kemitraan antara SLB, peserta didik disabilitas tingkat SMA/sederajat, dan pihak industri, sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri manufaktur. Dengan demikian, peserta didik disabilitas diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan standar dan ekspektasi dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun jejaring kemitraan berkelanjutan antara satuan pendidikan disabilitas, peserta didik, dan dunia usaha.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala SLB Negeri Semarang, Ibu Sri Sugiarti, dilanjutkan oleh Founder Top Loker sekaligus Rektor Universitas STEKOM Semarang, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, kemudian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., dan ditutup dengan sambutan dari Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Ibu Ir. Reni Yanita, M.Si.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, mengungkapkan dalam sambutannya bahwa acara ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dan dunia usaha dalam memperluas peluang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas di sektor industri strategis. “Kami bersama startup Top Loker menginisiasi kegiatan ini sehingga dapat menjadi ajang yang membuka kesempatan dan peluang bagi teman-teman disabilitas, untuk dapat turut berkarya dan berpartisipasi di sektor industri,” jelas Reni.
Hingga Agustus 2025, Kementerian Perindustrian mencatat tenaga kerja di sektor manufaktur sebanyak 20,26 juta orang, atau sebesar 13,83% dari total tenaga kerja nasional. Dengan prinsip inklusivitas, sektor manufaktur diharapkan bisa melibatkan lebih banyak lagi peran tenaga kerja dari penyandang disabilitas.
”Akses penyandang disabilitas terhadap sektor manufaktur masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan akses informasi pekerjaan, kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri, minimnya jejaring kemitraan formal, dan lingkungan kerja yang belum sepenuhnya inklusif,” jelas Dirjen IKMA di Semarang, Rabu (28/1).
Sebagai startup yang merupakan Juara 1 Program Startup for Industry Kemenperin tahun 2022, Top Loker hadir dengan platform khusus yang dirancang untuk menjembatani penyandang disabilitas dengan peluang kerja di sektor manufaktur. “Kami ingin semakin banyak pengusaha yang peduli terhadap orang-orang spesial yang istimewa ini dan berkebutuhan khusus” ucap CEO Top Loker Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom yang juga Rektor Universitas Stekom Semarang.
Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan sinergi, Universitas STEKOM Semarang turut menyerahkan cendera mata berupa Akar Jati kepada Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Ir. Reni Yanita, M.Si. Penyerahan cendera mata tersebut melambangkan komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang kokoh, berkelanjutan, serta berakar kuat pada nilai-nilai inklusivitas dan pemberdayaan sumber daya manusia penyandang disabilitas di sektor industri.
Sebagai bentuk implementasi langsung inklusi ketenagakerjaan, kegiatan ini juga menghadirkan penayangan video curriculum vitae (CV) siswa-siswi SLB Negeri, serta sesi wawancara langsung antara perwakilan HR perusahaan dengan para peserta didik penyandang disabilitas. Sesi ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri sekaligus membuka peluang rekrutmen di sektor manufaktur.
Pada sesi wawancara, interaksi antara perwakilan sumber daya manusia perusahaan dengan peserta didik penyandang disabilitas tunarungu dilaksanakan dengan menggunakan bahasa isyarat, yang didampingi oleh penerjemah. Pelaksanaan wawancara ini mencerminkan komitmen seluruh pihak dalam menciptakan proses rekrutmen yang aksesibel, setara, dan ramah disabilitas, sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan kompetensi dan potensi diri secara optimal.
.png)
Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM dan para pemangku kepentingan berharap dapat memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, meningkatkan kesadaran industri terhadap potensi tenaga kerja penyandang disabilitas, serta mendorong terwujudnya pembangunan industri yang berkeadilan dan berkelanjutan.