Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) melanjutkan rangkaian kunjungannya ke SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Buleleng pada 29 Desember 2025 dengan kegiatan penyerahan hibah sarana pendukung pembelajaran dan pelatihan kebekerjaan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Universitas STEKOM terhadap peningkatan fasilitas pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas STEKOM menyerahkan sejumlah hibah berupa dua unit lampu lighting, dua tiang lampu lighting tripod (bracket tablet), dua colokan listrik, satu unit tablet, serta satu unit mikrofon nirkabel (wireless mic). Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran berbasis praktik, khususnya yang berkaitan dengan pelatihan keterampilan dan media digital.

Penyerahan hibah ini menjadi bagian dari upaya Universitas STEKOM dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa disabilitas. Sarana yang diberikan dirancang untuk mendukung kegiatan dokumentasi, pelatihan komunikasi visual, serta pengembangan konten kreatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Selain penyerahan hibah, tim Universitas STEKOM juga melakukan seleksi siswa disabilitas dari SLB Negeri 1 dan 2 Buleleng untuk ditetapkan sebagai Duta Kebekerjaan. Program ini bertujuan untuk mencetak perwakilan siswa yang nantinya dapat menjadi penggerak dan pendamping bagi siswa disabilitas lainnya dalam hal kesiapan kerja.

Para siswa yang terpilih sebagai Duta Kebekerjaan adalah Satye, Anang, dan Satriya. Ketiganya dinilai memiliki potensi, minat, serta kemampuan dasar yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kebekerjaan dan komunikasi digital. Penetapan ini dilakukan melalui observasi dan pendekatan langsung oleh tim Universitas STEKOM.

Sebagai Duta Kebekerjaan, Satye, Anang, dan Satriya akan mendapatkan pembekalan khusus, di antaranya pelatihan pembuatan curriculum vitae (CV) untuk membantu sesama siswa disabilitas. Mereka juga dilatih teknik pengambilan gambar (shooting) yang benar, pengeditan foto dan video, pembuatan video CV, serta cara mengekspresikan diri di depan kamera.

Program Duta Kebekerjaan ini diharapkan mampu menciptakan efek berkelanjutan, di mana siswa disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan sekolahnya. Universitas STEKOM memandang bahwa pemberdayaan melalui peran dan tanggung jawab merupakan kunci dalam membangun kemandirian siswa disabilitas.

Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis keterampilan dan teknologi. Sinergi antara fasilitas, pendampingan, dan pengembangan sumber daya manusia diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja yang layak bagi penyandang disabilitas.