Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Jawa Timur, Selasa pagi. Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga Pacitan dan sejumlah daerah di sekitarnya, sehingga sempat menimbulkan kepanikan.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada pagi hari dengan pusat gempa berada di wilayah darat Kabupaten Pacitan. Kedalaman gempa tercatat cukup dalam sehingga getarannya dirasakan meluas.
Pusat Gempa Berada di Wilayah Pacitan
BMKG mencatat episentrum gempa berada di darat sekitar wilayah Pacitan Jawa Timur. Kedalaman gempa mencapai lebih dari 100 kilometer, yang menyebabkan guncangan terasa hingga ke beberapa daerah lain di Jawa Timur. Meskipun getaran cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Getaran Dirasakan Hingga Beberapa Daerah
Selain Pacitan, guncangan gempa juga dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah lain. Beberapa laporan menyebutkan getaran terasa hingga Malang, Blitar, Trenggalek, dan daerah sekitarnya. Warga mengaku merasakan getaran selama beberapa detik, membuat sebagian orang keluar rumah untuk mencari tempat aman.
Dampak Kerusakan Masih Bersifat Ringan
Hingga saat ini, laporan sementara dari pihak berwenang menyebutkan kerusakan yang terjadi masih tergolong ringan. Beberapa rumah warga dilaporkan mengalami retakan ringan, namun tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini. Petugas dari BPBD setempat masih melakukan pendataan untuk memastikan dampak gempa secara menyeluruh.
BACA JUGA: Istri Pesulap Merah Tika Mega Lestari Meninggal Dunia Setelah Lama Berjuang Melawan Penyakit
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada kabar yang beredar di media sosial.
Beberapa langkah keselamatan yang disarankan antara lain:
- Tetap tenang dan tidak panik saat gempa terjadi
- Menjauh dari bangunan yang retak atau berpotensi roboh
- Memeriksa kondisi rumah sebelum kembali masuk
- Mengikuti arahan dari petugas setempat
Wilayah Jawa Timur diketahui berada di jalur pertemuan lempeng tektonik, sehingga aktivitas gempa bumi relatif sering terjadi. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Pemerintah daerah terus mengingatkan pentingnya edukasi kebencanaan agar masyarakat mampu merespons gempa dengan cepat dan tepat.