Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Australia melalui pengembangan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam Simposium Manajemen Sains dan Inovasi yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas penguatan ekosistem ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, serta arah kolaborasi riset di masa depan.
Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia dan Australia
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan apresiasi terhadap hubungan erat yang selama ini telah terjalin antara Indonesia dan Australia. Ia menilai kedua negara memiliki posisi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi modern yang berlangsung sangat cepat dan disruptif.
Menurutnya, dukungan dari berbagai lembaga seperti Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Department of Industry, Science and Technology (DISR), hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi pondasi penting dalam memperkuat kolaborasi tersebut. Kerja sama lintas negara dinilai mampu mendorong lahirnya riset yang lebih transformatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Peran BRIN dalam Pengembangan Ekosistem Riset
Kemdiktisaintek juga memberikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai tuan rumah sekaligus mitra strategis dalam membangun platform riset dan inovasi bersama. Kolaborasi antara kedua institusi dinilai semakin penting untuk memperluas ruang kerja sama antara peneliti, pemerintah, industri, hingga komunitas akademik di kedua negara.
Selain memperkuat pertukaran akademik dan profesional, kerja sama tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
Pentingnya Pengukuran Dampak Riset
Dalam simposium tersebut, pembahasan mengenai analisis ekonomi dan pengukuran dampak riset menjadi salah satu fokus utama. Pemahaman terhadap dampak riset dianggap penting agar setiap program penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga manfaat nyata yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah dan lembaga riset dalam memastikan bahwa investasi di bidang penelitian benar-benar mendukung pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat luas.
Tantangan Teknologi dan Disrupsi AI
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi topik penting dalam diskusi. Para peserta menyoroti bagaimana teknologi AI berpotensi mengubah dunia kerja, kebutuhan keterampilan baru, hingga sistem organisasi di berbagai sektor. Karena itu, pendekatan berbasis desain dan inovasi dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi sangat cepat. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar Indonesia mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi global.
Penguatan STEM dan Pendekatan SHARE
Kemdiktisaintek menekankan bahwa hubungan antara riset dan pendidikan harus terus diperkuat, terutama melalui pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Selain itu, pendekatan multidisiplin melalui konsep SHARE (Social Humanities, Art, Religious Studies, and Economics) juga didorong untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga inklusif secara sosial dan budaya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Pengembangan Program Riset Berorientasi Misi
Pemerintah saat ini terus mendorong pengembangan program riset berorientasi misi guna menjawab berbagai prioritas nasional. Sejumlah praktik baik dari Australia, seperti Program Green Steel Australia–India dan Future Feed, menjadi referensi penting dalam pengembangan hilirisasi riset dan inovasi di Indonesia.
Selain itu, peluang pengembangan kolaborasi internasional seperti program 2+2 juga terus dijajaki untuk memperluas jejaring riset kawasan dan memperkuat kerja sama global.
Penyusunan Agenda Riset Strategis Nasional 2026
Dalam kesempatan tersebut, Kemdiktisaintek turut mengumumkan penyusunan Buku Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional Edisi 2026 bersama BRIN yang saat ini memasuki tahap konsultasi publik. Dokumen strategis tersebut disusun untuk memastikan arah kebijakan, pendanaan, dan prioritas riset nasional dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Penguatan kemitraan Indonesia dan Australia dalam bidang riset dan inovasi menunjukkan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan global di era teknologi modern. Melalui kolaborasi lintas lembaga, pengembangan STEM, pendekatan multidisiplin, serta fokus pada riset berdampak, kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, dan masa depan kedua negara.
Sumber Berita:
Perkuat Kemitraan Stategis Indonesia-Australia Kemdiktisaintek Dorong Riset Berdampak