<p style="font-size:10px">
sumber img: X Real Madrid
</p>

 

Pertandingan babak 16 besar Copa del Rey antara Albacete vs Real Madrid yang berlangsung di Stadion Carlos Belmonte adalah sebuah drama penuh kejutan yang berakhir pahit bagi sang raksasa Spanyol. Laga yang digelar pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB ini menjadi saksi bagaimana tim kasta kedua Spanyol mampu menumbangkan dominasi Los Blancos melalui pertarungan sengit hingga menit akhir. Kekalahan ini sekaligus menandai debut yang menyakitkan bagi pelatih baru Real MadridAlvaro Arbeloa.

 

Real Madrid sebenarnya tampil mendominasi penguasaan bola sejak peluit awal dibunyikan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Albacete membuat Vinicius Junior CS kesulitan menciptakan peluang bersih. Justru tuan rumah yang berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit ke-42. Melalui skema tendangan sudut, Javi Villar sukses menyundul bola ke gawang Andriy Lunin.

Menjelang turun minum, Real Madrid baru bisa merespons. Pada masa injury time babak pertama (45+3'), Franco Mastantuono berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang. Skor imbang 1-1 menutup paruh pertama pertandingan.

 

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Real Madrid terus menekan, namun serangan balik kilat Albacete justru menjadi momok menakutkan. Jefte Betancor membawa Albacete kembali unggul pada menit ke-82, membuat pendukung tuan rumah bersorak gembira.

Drama mencapai puncaknya di menit-menit akhir pertandingan. Real Madrid sempat mengira akan memaksakan babak tambahan waktu setelah Gonzalo Garcia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1. Namun, mimpi buruk benar-benar datang bagi Madrid di detik terakhir. Jefte Betancor kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-90+5 yang memastikan kemenangan Albacete atas Real Madrid.

 

BACA JUGA: Inter Milan Menang Tipis 1-0 atas Lecce di Serie A

 

Debut Buruk Alvaro Arbeloa

Hasil negatif ini menorehkan tinta hitam bagi karier kepelatihan Alvaro Arbeloa. Kekalahan atas Albacete ini membuat Arbeloa mencatatkan diri sebagai salah satu pelatih dalam sejarah Real Madrid yang langsung menelan kekalahan di laga debutnya. Lebih menyakitkan lagi, kekalahan ini terjadi di ajang piala domestik yang membuat peluang meraih trofi musim ini langsung berkurang satu. Rapuhnya koordinasi pertahanan saat menghadapi serangan balik lawan menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi sang pelatih baru.

 

Kemenangan Albacete atas Real Madrid membuktikan bahwa semangat juang kolektif mampu meruntuhkan dominasi kualitas individu pemain bintang. Bagi Albacete, hasil ini adalah tinta emas dalam sejarah klub yang akan selalu dikenang oleh para pendukungnya. Sementara bagi Real Madrid, hasil ini menjadi sinyal peringatan keras bahwa transisi kepemimpinan di bawah Alvaro Arbeloa memerlukan evaluasi mendalam, terutama pada sektor pertahanan yang sangat rentan terhadap serangan balik cepat.