Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan bagi generasi muda melalui kegiatan Kick Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 dan dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan kementerian/lembaga anggota SATGAS PASTI, pelaku industri jasa keuangan, hingga ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pentingnya Literasi Keuangan bagi Generasi Muda
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan global yang berlangsung cepat membuat generasi muda harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi.
Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar memahami cara memperoleh uang, tetapi juga mencakup kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, hingga memahami berbagai risiko finansial yang dapat muncul di era digital.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman finansial yang kuat akan membantu generasi muda mengambil keputusan ekonomi yang lebih bijak dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan.
Investasi Terbaik Adalah Pengetahuan dan Keterampilan
Dalam sambutannya, Fauzan juga menyampaikan bahwa investasi paling berharga bagi anak muda adalah investasi pada ilmu pengetahuan dan keterampilan. Menurutnya, peningkatan kapasitas intelektual menjadi pondasi penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
Ia menilai bahwa ketika kemampuan akademik dipadukan dengan kecakapan finansial yang baik, maka generasi muda akan mampu menciptakan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Belajar dan meningkatkan keterampilan merupakan investasi yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Ancaman Kejahatan Keuangan Digital Semakin Meningkat
Sementara itu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyoroti pentingnya edukasi finansial dalam menghadapi meningkatnya risiko kejahatan keuangan digital.
Ia mengatakan bahwa literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemahaman soal uang, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam membangun ketahanan finansial serta melindungi diri dari ancaman seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan berbagai modus penipuan digital lainnya.
Menurutnya, penggunaan teknologi digital yang semakin luas harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan agar tidak mudah terjebak dalam aktivitas keuangan ilegal.
Kolaborasi Perkuat Edukasi Finansial Nasional
Program Bulan Literasi Keuangan 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi dan inklusi keuangan masyarakat secara nasional. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara OJK, kementerian/lembaga, serta industri jasa keuangan dalam memberikan pemahaman finansial yang lebih luas kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kemdiktisaintek kembali menegaskan dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan finansial yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan.
Literasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi digital. Melalui kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan OJK dalam Bulan Literasi Keuangan 2026, diharapkan mahasiswa dan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, bijak berinvestasi, serta mampu menghindari berbagai risiko keuangan ilegal. Dengan bekal akademik, keterampilan, dan kecakapan finansial yang kuat, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sumber Berita:
Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial dan Bijak Berinvestasi