Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan kerja sama antara perguruan tinggi, dunia industri, akademisi, dan pemerintah dalam membangun sektor pertambangan dan metalurgi nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing global. Upaya tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto saat membuka hari kedua ajang MetConnex 2026 pada Selasa 12 Mei 2026.

Forum MetConnex 2026 mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Metallurgy and Mining Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan berbagai pihak mulai dari pelaku industri pertambangan, akademisi, peneliti, hingga pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan daya saing industri hilir Indonesia secara berkelanjutan.

 

Kolaborasi Jadi Kunci Kemandirian Industri

Dalam sambutannya, Menteri Brian menegaskan bahwa Indonesia harus mampu membangun kemampuan nasional dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki secara optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri, serta perguruan tinggi menjadi faktor penting agar industri pertambangan Indonesia mampu berkembang ke tahap yang lebih maju.

“Jika pemerintah, industri, kampus, dan akademisi mampu bekerja bersama, industri pertambangan Indonesia dapat berkembang menjadi fondasi utama transformasi industri nasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertambangan dan metalurgi perlu bergerak lebih jauh, tidak hanya sebatas eksplorasi sumber daya, tetapi juga menuju proses pengolahan, pemurnian, hingga manufaktur berbasis teknologi dan inovasi. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian nasional atau self-reliance di bidang industri strategis.

 

Pentingnya Hilirisasi dan Keberlanjutan

Kemdiktisaintek juga menyoroti pentingnya penerapan hilirisasi industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Penguatan hilirisasi dianggap memiliki peran besar dalam mendukung target net zero emission sekaligus menciptakan industri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, pembangunan sektor pertambangan dan metalurgi diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif.

 

Perguruan Tinggi Dinilai Memiliki Peran Strategis

Dalam forum tersebut, Menteri Brian menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Indonesia dinilai membutuhkan lebih banyak tenaga ahli seperti insinyur, peneliti, inovator, dan talenta muda yang memahami bidang pertambangan serta metalurgi. Menurutnya, riset di lingkungan kampus juga harus mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan industri, bukan hanya berhenti pada publikasi akademik semata.

“Sains dan teknologi harus hadir untuk menjawab tantangan nyata di dunia industri,” ujarnya.

 

MetConnex 2026 Dihadiri Ratusan Peserta

MetConnex 2026 diikuti oleh sekitar 98 perusahaan yang berasal dari sektor pertambangan, industri pengolahan, hingga berbagai mitra strategis lainnya. Sebelumnya, sekitar 250 profesional di bidang pertambangan dan metalurgi turut mengikuti workshop teknis yang membahas berbagai isu industri terkini. Sementara itu, lebih dari 500 peserta dari kalangan industri, akademisi, pemerintah, serta peneliti terdaftar dalam rangkaian forum yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pertambangan dan metalurgi nasional berbasis riset, inovasi, serta pengembangan talenta unggul Indonesia.

 

Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sektor pertambangan dan metalurgi Indonesia. Melalui penguatan riset, inovasi teknologi, hilirisasi industri, serta pengembangan SDM unggul, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global secara berkelanjutan.

 

Sumber Berita:

Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi Kampus dan Industri untuk Majukan Sektor Pertambangan Nasional