Karanganyar 12 Februari 2026 — Sebagai bagian dari rangkaian program penguatan kesiapan kerja, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) menyelenggarakan tes kecakapan bagi siswa SLB Negeri Karanganyar. Uji kompetensi ini dirancang dalam tiga level untuk mengukur keterampilan vokasional, kemampuan komunikasi, serta literasi dasar siswa disabilitas secara komprehensif dan aplikatif.
Tes kecakapan dilaksanakan melalui pendekatan praktik langsung yang menempatkan siswa pada simulasi pekerjaan sehari-hari. Metode ini memungkinkan tim pendamping melakukan observasi menyeluruh terhadap proses kerja siswa disabilitas, mulai dari pemahaman instruksi hingga ketelitian dalam menyelesaikan tugas. Evaluasi dilakukan secara humanis dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan kepercayaan diri siswa.
Pada level pertama, siswa mengikuti tes housekeeping. Mereka diminta menyapu, mengelap meja dan kaca, serta memasang taplak meja dengan rapi. Dalam tahap ini, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil kebersihan, tetapi juga pada kemampuan memahami perintah dan membangun komunikasi dua arah. Aspek responsivitas terhadap instruksi serta kerapian kerja menjadi indikator penting dalam evaluasi.
Level kedua berupa simulasi kegiatan berjualan. Siswa disabilitas diuji kemampuannya dalam menulis pesanan pada nota, membaca daftar barang, serta berperan sebagai kasir yang menghitung total belanja. Tahap ini dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi dasar, termasuk ketepatan berhitung dan pemahaman transaksi sederhana yang umum ditemui di lingkungan kerja.
Sementara itu, level ketiga menguji keterampilan laundry. Siswa disabilitas diminta menggantung pakaian, menyetrika, dan melipat baju secara sistematis dan rapi. Selain keterampilan teknis tersebut, siswa disabilitas juga diuji melalui aktivitas berbalas pesan menggunakan perangkat tablet guna menilai kemampuan membaca, memahami teks, serta merespons pesan secara tertulis.
Rangkaian tes berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa disabilitas. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pendampingan dari tim Universitas Stekom memastikan bahwa setiap proses berjalan terarah dan tetap memberikan ruang pembelajaran yang positif bagi siswa disabilitas.
.png)
Pihak sekolah menilai tes kecakapan ini sebagai langkah konkret dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja secara realistis. Uji kompetensi berbasis praktik dinilai lebih efektif dalam mengidentifikasi potensi dan kebutuhan pengembangan lanjutan masing-masing siswa disabilitas.
Melalui tes kecakapan tiga level ini, Universitas Stekom menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif berbasis keterampilan. Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi di masyarakat.