Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kegiatan praktikum dokumentasi yang diselenggarakan bersamaan dengan kunjungan dari SLB Negeri Semarang, pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kreatif dan inspiratif yang mempertemukan dunia akademik dengan semangat keberagaman.
.jpg)
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tunarungu kelas XI dan XII dari SLB Negeri Semarang diajak untuk mengenal lebih dekat dunia dokumentasi visual, mulai dari pengenalan pencahayaan fotografi, komposisi gambar, hingga cara menampilkan ekspresi diri di depan kamera. Praktikum ini dirancang untuk memperkenalkan konsep komunikasi visual sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri peserta saat tampil di ruang publik.
Yang menjadikan kegiatan ini istimewa adalah kehadiran Marsya Aulia Putri Arindra, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas STEKOM, yang juga merupakan alumni SLB Negeri Semarang. Marsya dipercaya sebagai pengajar utama dalam kegiatan praktikum ini, membimbing adik-adiknya dengan metode yang sederhana namun efektif. Dengan pendekatan yang inklusif dan empatik, Marsya berhasil menjembatani komunikasi antara dunia akademik dan pendidikan khusus, menghadirkan suasana belajar yang hangat, penuh semangat, dan saling menginspirasi.
.jpg)
Kegiatan praktikum ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis fotografi, tetapi juga pada pengembangan diri di depan kamera. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya postur tubuh, ekspresi wajah, serta kepekaan terhadap cahaya sebagai bagian dari proses bercerita visual. Melalui praktik langsung, para siswa dapat merasakan pengalaman baru yang membuka wawasan mereka tentang bagaimana sebuah dokumentasi dapat menjadi media komunikasi yang kuat tanpa harus bergantung pada kata-kata.
Para mahasiswa Universitas STEKOM yang terpilih turut mendampingi kegiatan ini dengan penuh dedikasi. Mereka membantu dalam pengoperasian peralatan, pengaturan pencahayaan, serta memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Kolaborasi ini memperlihatkan semangat kebersamaan antara mahasiswa STEKOM dan para siswa SLB, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan saling mendukung.
Kegiatan yang berlangsung di ruang praktikum fotografi Universitas STEKOM ini juga menjadi bentuk nyata dari upaya kampus dalam menerapkan pendidikan berperspektif inklusif, di mana setiap individu diberi kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas STEKOM tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pelopor dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya akses pendidikan yang setara bagi semua.
.jpg)
Suasana penuh keakraban terlihat di akhir kegiatan, ketika para peserta, mahasiswa, dan pendamping melakukan sesi foto bersama. Senyum dan gestur bahagia terpancar di wajah para siswa SLB Negeri Semarang yang tampak bangga dapat belajar langsung dari para kakak mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan dan semangat kemanusiaan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan ruang belajar yang bermakna.
Dengan terselenggaranya praktikum dokumentasi ini, Universitas STEKOM kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang aktif dalam memberdayakan mahasiswa dan masyarakat difabel, sekaligus menjadi rumah bagi lahirnya generasi muda yang kreatif, tangguh, dan peduli. Melalui cahaya, kamera, dan semangat kebersamaan, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumentasi visual, tetapi juga menyalakan harapan akan masa depan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.