Pada Kamis, 26 Februari 2026, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Sains dan Teknologi Komputer) atau yang dikenal dengan nama Universitas STEKOM melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kunjungan edukatif ke SLB Negeri Kota Magelang. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada penguatan keterampilan kerja bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari Universitas STEKOM menyelenggarakan rangkaian tes kerja tiga level yang bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus melatih kecakapan vokasional siswa, khususnya anak-anak tuna grahita dan tuna rungu. Kegiatan ini tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga mengamati aspek komunikasi dua arah, pemahaman instruksi, ketelitian, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan edukatif, sehingga setiap siswa tetap merasa didampingi dan termotivasi selama proses berlangsung.

Tes pertama berfokus pada kecakapan housekeeping. Dalam sesi ini, para siswa diminta untuk melakukan berbagai aktivitas kebersihan seperti memungut sampah kertas di meja dan kursi, menyapu lantai, membersihkan serta mengelap meja dan kursi, hingga membersihkan kaca jendela. Selain itu, siswa juga diberi tugas memasang taplak meja dengan rapi. Melalui kegiatan ini, tim penguji mengamati kemampuan siswa dalam menerima dan memahami instruksi, mengeksekusi perintah secara sistematis, serta menjalin komunikasi dua arah ketika diberikan arahan tambahan. Tes ini menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja.
.png)
Tes kedua mencakup kecakapan jualan dan pengenalan warna. Pada tahap awal, siswa diuji kemampuannya mengenali dan menyebutkan warna yang ditunjukkan, kemudian mengelompokkan benda sesuai kategori warna yang telah disediakan. Kegiatan ini melatih konsentrasi, ketepatan identifikasi visual, serta kemampuan kognitif dasar. Selanjutnya, siswa mengikuti simulasi praktik berjualan. Mereka berperan sebagai pelayan toko yang melayani pelanggan, mulai dari menanyakan pesanan, mencatat pesanan di kertas—sekaligus menguji kemampuan menulis—hingga menyiapkan dan menyerahkan pesanan kepada pembeli.

Tidak hanya itu, dalam simulasi tersebut siswa juga diberi kesempatan berperan sebagai kasir. Mereka diminta menghitung jumlah pembayaran dengan tepat serta menggunakan kalkulator melalui perangkat tablet untuk memastikan ketepatan transaksi. Aktivitas ini dirancang untuk melatih keterampilan berhitung, ketelitian finansial sederhana, serta adaptasi terhadap penggunaan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan literasi digital secara aplikatif dan kontekstual.

Tes ketiga berfokus pada kecakapan laundry. Siswa diminta menggantung pakaian pada hanger dan menjemurnya dengan rapi, kemudian menyetrika pakaian secara hati-hati. Setelah itu, mereka melipat pakaian seperti sarung dan kemeja, termasuk mengancingkan baju dengan benar sebagai bagian dari evaluasi keterampilan motorik halus. Kegiatan ini menekankan pada kerapian, koordinasi gerak, serta kemampuan mengikuti tahapan kerja secara runtut. Pada sesi akhir, siswa diuji kemampuan mengetik melalui perangkat iPad dengan mengirimkan pesan singkat, sebagai bagian dari penilaian keterampilan komunikasi tertulis berbasis teknologi.
.png)
Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi yang hangat antara tim Universitas STEKOM dan para siswa SLB Negeri Kota Magelang. Program tes kerja tiga level ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memetakan potensi serta meningkatkan kesiapan kerja siswa berkebutuhan khusus secara lebih terarah. Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan keterampilan vokasional yang inklusif dan berkelanjutan.