sumber img: X BeritaSatu
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer kembali menjadi pusat perhatian setelah memberikan keterangan kontroversial menjelang sidang kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.
Dalam pernyataannya, Noel menyebut adanya organisasi masyarakat (ormas) dan partai politik yang diduga menerima aliran dana dari perkara ini, dengan memberikan petunjuk bahwa nama partai tersebut memiliki huruf “K” di dalamnya. Namun, ia tidak mengungkapkan nama lengkap partai atau detail lebih lanjut.
Noel menegaskan bahwa yang ia maksud bukan keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan, melainkan aliran dana yang mengalir ke pihak-pihak tertentu selama praktik pemerasan berlangsung. Ia juga menyebut ormas yang dimaksud sebagai non agama.
Tuduhan KPK dalam Kasus K3
Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Noel Ebenezer atas dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3. Jaksa menyebutkan adanya praktik pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi, termasuk permintaan sejumlah uang serta penerimaan gratifikasi.
Total aliran dana dari praktik tersebut disebut mencapai sekitar Rp6,5 miliar. Selain uang, Noel juga didakwa menerima gratifikasi berupa satu unit sepeda motor mewah. KPK menyatakan seluruh dakwaan didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang akan diuji dalam persidangan.
Noel Siap Dihukum Mati Jika Terbukti Bersalah
Dalam persidangan, Noel Ebenezer menyampaikan pernyataan yang mengejutkan publik. Ia menyatakan siap dihukum mati jika pengadilan membuktikan dirinya bersalah melakukan korupsi dalam perkara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keyakinan Noel bahwa dirinya tidak bersalah, sekaligus sebagai sikap pribadi yang mendukung penerapan hukuman berat bagi pelaku korupsi. Ia menegaskan siap menerima konsekuensi hukum apa pun jika dakwaan KPK terbukti benar.
Isu Di Noel Kan dan Respon Purbaya
Selain menyinggung partai politik, Noel juga menyebut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengklaim memiliki informasi bahwa Purbaya berpotensi “di-Noel-kan” atau menjadi target persoalan hukum serupa.
Menanggapi pernyataan tersebut, Purbaya memberikan respons tegas. Ia menyatakan tidak pernah menerima uang di luar gaji resmi dan menolak tudingan yang diarahkan kepadanya. Purbaya menegaskan fokusnya tetap pada tugas negara dan tidak merasa terlibat dalam perkara yang menjerat Noel.
Dampak dan Perkembangan Kasus
Pernyataan Noel mengenai Partai berhuruf K, kesiapan menerima hukuman mati, serta penyebutan nama tokoh publik lain membuat kasus ini semakin menjadi sorotan. Isu tersebut berkembang luas di ruang publik dan media nasional.
Sementara itu, proses hukum tetap berjalan di Pengadilan Tipikor. Aparat penegak hukum menegaskan bahwa seluruh klaim akan diuji berdasarkan fakta dan bukti yang terungkap di persidangan.
BACA JUGA: Ranty Maria dan Rayn Wijaya Resmi Menikah di Bali
Kasus Noel Ebenezer tidak hanya berkutat pada dakwaan pemerasan sertifikasi K3, tetapi juga melebar ke isu politik dan pernyataan kontroversial di ruang publik. Penyebutan Partai K, pernyataan siap dihukum mati jika terbukti bersalah, serta respons dari Purbaya menambah kompleksitas perkara yang kini sepenuhnya berada di tangan pengadilan.