Universitas STEKOM kembali melanjutkan program Inspiring Student Series ke-12, sebuah kegiatan akademik yang menghadirkan kisah-kisah mahasiswa inspiratif dalam bentuk karya tulis. Melalui program ini, Universitas STEKOM berkomitmen untuk memberikan ruang apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki dedikasi tinggi, semangat belajar yang konsisten, dan tekad kuat dalam menapaki perjalanan pendidikan.
Salah satu mahasiswa yang berhasil menorehkan karya berharga adalah Dewi Lestari, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen. Melalui tulisannya, Dewi menekankan pentingnya kemandirian, konsistensi, dan keberanian untuk bermimpi. Naskah beliau mengisahkan perjalanan seorang mahasiswi yang memilih untuk membiayai kuliahnya sendiri, berjuang melalui kerja sambil kuliah, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci untuk memperluas wawasan hidup.
Naskah Karya: “Berani Mandiri, Berani Bermimpi”
oleh Dewi Lestari (Mahasiswi S1 Manajemen, Universitas STEKOM)
Berani Mandiri, Berani Bermimpi
Halo teman-teman! Jumpa lagi dengan aku, Dewi Lestari, mahasiswi Program Studi Manajemen di Universitas STEKOM Kartasura Solo. Sekarang aku sudah menginjak semester 6, dan alhamdulillah perjalanan ini menjadi bagian yang luar biasa dalam hidupku.
.jpg)
Sejak lulus SMK tahun 2018 hingga sekarang tahun 2025, aku memutuskan untuk membiayai kuliahku sendiri. Bagiku, kuliah bukan hanya soal meraih gelar, tapi juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Aku tahu betul bahwa biaya kuliah dari awal masuk sampai wisuda tidak sedikit, itulah alasan aku memilih untuk bekerja sambil kuliah—demi meringankan beban orang tuaku.
Aku yakin banyak teman-teman mahasiswa lain yang juga kuliah sambil bekerja. Biasanya bukan karena punya banyak waktu luang, tapi karena memang harus berjuang untuk membiayai pendidikannya. Awalnya memang tidak mudah, apalagi walau kuliah dilakukan secara full online, tetap saja tantangan membagi waktu antara kerja dan studi itu nyata. Tapi perlahan, aku belajar mengatur ritme dan sekarang aku bisa menikmati prosesnya.
Yang penting buatku adalah tetap disiplin: hadir dalam perkuliahan, menyimak materi, mengerjakan tugas, aktif bertanya saat ada kesulitan, dan jangan lupa absen di SIAKAD Universitas STEKOM. Dengan itu semua, nilai maksimal bisa diraih meskipun tidak bertatap muka langsung. Kampus memberikan sistem belajar yang fleksibel dan sangat mendukung mahasiswa seperti aku.
Meskipun orang tuaku sudah berpisah, aku tidak menjadikan itu alasan untuk menyerah. Justru aku makin yakin bahwa dari awal pendaftaran hingga kelak di wisuda, aku ingin membayar seluruh biaya kuliah sendiri. Aku percaya bahwa konsistensi adalah kunci keberhasilan. Jika sudah memilih satu jalan, maka tekunilah sampai tuntas.
Saat masa liburan kuliah, aku memanfaatkan waktu luang untuk bekerja di Klinik JMS Sport Massage di Gresik, Jawa Timur. Awalnya aku tidak tahu apa itu massage sport, tapi di sana aku belajar banyak tentang cara menangani pasien yang mengalami cedera, khususnya di bagian kaki dan tangan. Karena tidak sembarang orang boleh menangani pasien, maka aku bekerja sebagai admin sekaligus membantu sebagai konten kreator klinik bersama teman-teman lainnya.
.jpg)
Pengalaman di sana sangat membuka wawasan. Aku belajar tidak hanya teori dari kuliah, tapi juga praktik nyata di lapangan. Dari cara menangani cedera pada anak-anak hingga dewasa, semua memiliki pendekatan berbeda. Aku juga mendapatkan relasi baru, suasana kerja yang menyenangkan, serta ilmu yang belum tentu semua orang bisa rasakan. Meskipun cuaca Gresik terkenal panas, tapi semangatku tidak pernah surut.
Buatku, pendidikan bukan hanya soal gelar, tapi tentang membangun pemahaman yang lebih luas tentang kehidupan. Kalau kita ingin hidup yang lebih baik, maka langkah pertama adalah dengan terus belajar dan tidak berhenti memperluas wawasan. Dan belajar itu bisa di mana saja—di ruang kelas, tempat kerja, bahkan di perjalanan hidup itu sendiri. Jadi teman-teman, jangan takut mencoba hal baru. Karena kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan tahu sampai di mana batas kemampuan kita. Kuliah sambil bekerja memang butuh banyak pengorbanan, tapi hasilnya akan jauh lebih manis dibanding perjuangannya. Jangan menyerah saat lelah, karena setiap langkah adalah bagian dari jalan menuju mimpi.
Untuk teman-teman mahasiswa tingkat akhir, jangan terlalu banyak mengeluh. Itu hanya akan memperlambat proses. Lebih baik bangkit, semangat, dan kejar cita-cita sampai wisuda. Kita semua bisa sukses jika tidak mudah menyerah. Terima kasih kepada Universitas STEKOM yang telah menyediakan sistem pembelajaran yang ramah mahasiswa pekerja seperti aku. Aku tidak pernah merasa sendirian dalam perjalanan ini, karena selalu ada ruang untuk belajar dan berkembang di kampus tercinta ini.
Penutup
Universitas STEKOM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewi Lestari atas karyanya yang penuh makna dan inspirasi. Kisah beliau menegaskan bahwa kemandirian dan konsistensi dalam menempuh pendidikan mampu melahirkan pribadi yang kuat, tangguh, dan berdaya. Karya ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan terus berani bermimpi dan berani mandiri dalam meraih cita-cita.