Universitas STEKOM kembali menyelenggarakan Inspiring Student Series ke-12, sebuah ajang apresiasi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membagikan kisah perjuangan, semangat belajar, dan motivasi hidup melalui karya tulis. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk meneguhkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan diri mahasiswa baik secara akademik maupun profesional.
Salah satu mahasiswa yang terpilih mendapatkan penghargaan pada kategori naskah adalah Bagenda Iskandariya, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen. Melalui kisah inspiratifnya, Bagenda berhasil menunjukkan bahwa pendidikan bukanlah persoalan usia, melainkan tekad dan komitmen. Naskah beliau merefleksikan perjalanan hidup yang penuh dinamika, mulai dari bekerja sejak usia muda, merantau ke luar negeri, hingga akhirnya mewujudkan tekad untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas STEKOM.
Naskah Karya: “Motivasi Bekerja sambil Kuliah, Bersyukur Bisa Kuliah sambil Bekerja”
oleh Bagenda Iskandariya (Mahasiswa S1 Manajemen, Universitas STEKOM)
Motivasi Bekerja sambil Kuliah, Bersyukur Bisa Kuliah sambil Bekerja
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Perkenalkan, saya Mas Bagenda. Saat ini saya berusia 38 tahun, ayah dari dua anak, dan mahasiswa aktif program studi S1 Manajemen di Universitas STEKOM, melalui Kelas Karyawan Eksekutif Weekend. Menjadi mahasiswa di usia dewasa bukan perkara mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. Justru di titik inilah saya semakin sadar bahwa belajar adalah proses seumur hidup.
.jpg)
Saya berasal dari generasi milenial awal, di mana masa muda kami dulu penuh semangat membara untuk mengejar cita-cita menjadi abdi negara atau bekerja di BUMN. Saya pun sempat mengejar mimpi itu mendaftar STAN, mencoba seleksi TNI dan Polri, namun tak satu pun membuahkan hasil. Saat banyak teman saya berhasil menempuh pendidikan tinggi, saya memilih jalan berbeda: bekerja. Sejak usia 19 tahun, saya mulai dari bawah, menjadi buruh pabrik, pramuniaga toko, hingga satpam.
Hingga suatu hari saya mendapat kesempatan besar: magang ke Jepang di perusahaan TORISHIMA selama 3 tahun. Di negeri sakura itulah saya mulai kembali merenungi pentingnya pendidikan formal. Saya menyimpan mimpi untuk kuliah, namun saat kembali ke Indonesia, keadaan belum berpihak. Tanggung jawab saya sebagai anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga membuat saya harus membantu menyekolahkan adik dan menopang ekonomi keluarga. Saya kemudian bekerja di sebuah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Cikarang, PT MINORI, sebagai tenaga pengajar dan penerjemah bahasa Jepang. Di situ semangat untuk kuliah kembali tumbuh. Tapi hidup terus bergerak. Saya menikah, berkeluarga, lalu kembali merantau, kali ini ke Dubai dan bekerja sebagai teknisi. Saya menyelesaikan kontrak selama enam tahun di sana, dan saat itulah saya membuat komitmen: sudah waktunya menepati janji kepada diri sendiri saya harus kuliah.
.jpg)
Tahun 2024, saya menemukan solusi itu di Universitas STEKOM. Kampus ini memberikan program Kelas Karyawan yang fleksibel dan sangat membantu saya untuk tetap bisa bekerja sambil kuliah. Saya bisa mengikuti perkuliahan daring dari Malaysia, tempat saya kini bekerja sebagai Service Engineer di perusahaan Jepang yang sama. Perkuliahan yang dilakukan di akhir pekan dan sistem pembelajaran daring membuat saya tetap bisa mengejar mimpi di tengah padatnya aktivitas kerja.
Saya benar-benar merasa dimudahkan. Tidak hanya dari sisi waktu, tapi juga dari sistem administrasi, pelayanan akademik, hingga dosen-dosen yang sangat memahami kondisi mahasiswa pekerja seperti saya. Di Universitas STEKOM, saya bukan sekadar mahasiswa, tapi juga individu yang dihargai proses dan perjuangannya. Saya merasa menjadi bagian dari kampus yang peduli dengan masa depan semua kalangan baik lulusan baru maupun para pekerja seperti saya yang ingin memperbaiki kualitas hidup.
Kehidupan mengajarkan saya bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali. Namun, ketika kesempatan datang dan kita siap, hasilnya akan luar biasa. Pendidikan bukan soal usia, tapi soal tekad. Maka dari itu, saya ingin mengajak teman-teman semua: jangan tunda niat untuk belajar. Jika kamu punya keinginan kuat, selalu ada jalan untuk mencapainya. Dan Universitas STEKOM telah membuka jalan itu bagi saya. Bersyukur bisa kuliah sambil bekerja, dan bekerja sambil kuliah. Dua hal yang saling melengkapi dalam hidup saya hari ini. Ilmu yang saya pelajari hari ini akan menjadi bekal untuk masa depan, baik dalam karier maupun dalam menjalankan tanggung jawab saya sebagai kepala keluarga. Saya ingin anak-anak saya nanti melihat ayahnya sebagai sosok yang tidak menyerah pada keadaan, yang percaya bahwa pendidikan adalah cahaya untuk hidup yang lebih baik.
Terima kasih kepada Universitas STEKOM atas kesempatan dan fasilitas yang luar biasa. Terima kasih pula kepada keluarga saya, terutama istri tercinta, yang selalu mendukung perjuangan ini. Semoga cerita ini bisa memberi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan hidup: jangan menyerah, terus berjuang, karena waktu yang tepat untuk belajar bisa dimulai kapan saja.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Penutup
Universitas STEKOM memberikan apresiasi yang mendalam kepada Bagenda Iskandariya atas naskah inspiratif yang ditulis dengan penuh refleksi dan keteguhan hati. Karya beliau menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia maupun keadaan, dan dapat menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa Universitas STEKOM untuk terus belajar, berjuang, serta mensyukuri setiap kesempatan yang diberikan.