Pada Kamis, 26 Februari 2026, Universitas STEKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui kunjungan edukatif ke SLB Negeri Kota Magelang. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan Curriculum Vitae (CV) serta pengenalan dasar-dasar kesiapan kerja bagi para siswa. Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan dalam menghadapi dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Universitas STEKOM memberikan pendampingan secara langsung kepada siswa terkait struktur dan isi CV yang baik dan profesional. Materi yang disampaikan meliputi cara menuliskan data diri secara sistematis, mendeskripsikan keterampilan yang dimiliki, hingga menyusun pengalaman praktik atau kegiatan sekolah agar memiliki nilai jual di mata perekrut. Penyampaian materi dilakukan dengan metode interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh para siswa.

Selain pelatihan teknis pembuatan CV, kegiatan ini juga menghadirkan program Duta Kebekerjaan yang bertujuan mendorong motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam merencanakan masa depan karier. Pada kesempatan tersebut, tiga siswa terpilih sebagai Duta Kebekerjaan, yakni Fiki, Silvia, dan Bilqis. Ketiganya dipilih berdasarkan semangat belajar, partisipasi aktif selama kegiatan, serta potensi yang ditunjukkan dalam memahami materi yang diberikan.

Penunjukan Duta Kebekerjaan bukan sekadar simbolis, melainkan sebagai representasi siswa yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Mereka diharapkan dapat menularkan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi diri serta berani bersaing secara profesional. Program ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kesungguhan siswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan partisipatif. Mahasiswa Universitas STEKOM tidak hanya bertindak sebagai pemateri, tetapi juga sebagai pendamping yang memberikan arahan secara personal. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya interaksi dua arah yang membangun, sehingga siswa merasa lebih percaya diri untuk bertanya dan mengeksplorasi potensi diri mereka. Proses belajar yang inklusif ini menjadi pengalaman berharga bagi kedua belah pihak.

Melalui pelatihan ini, Universitas STEKOM ingin menegaskan bahwa pendidikan vokasional dan keterampilan kerja harus dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Pemberian bekal berupa kemampuan menyusun CV dan memahami etika dasar melamar pekerjaan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kemandirian. Dengan dukungan yang tepat, para siswa memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi di dunia profesional.

Ke depan, Universitas STEKOM berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kesiapan kerja generasi muda. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah luar biasa diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing.