sumber img: Instagram @persikofficial

 

Persik Kediri berhasil membalikkan keadaan saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025-2026 pekan ke-24. Pertandingan yang berlangsung di Stadion BrawijayaKediri pada Kamis malam (5/3/2026) berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah. Meski sempat tertinggal lebih dulu, Macan Putih mampu bangkit di penghujung laga berkat determinasi tinggi para pemainnya.

 

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berlangsung relatif seimbang dengan kedua tim saling menyerang meski tanpa gol tercipta. PSBS Biak yang dijuluki Badai Pasifik tampil lebih agresif di awal babak kedua dan berhasil memimpin melalui tendangan akurat dari Ruyery Blanco pada menit ke-48. Keunggulan itu membuat Persik semakin gencar menekan pertahanan lawan.

Memasuki paruh akhir babak kedua, Persik mulai mendominasi penguasaan bola. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Al Hamra Hehanussa menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang pada menit ke-79. Momentum ini dimanfaatkan secara optimal, dan akhirnya Muhamad Firly memastikan kemenangan dengan gol penentu di menit ke-88 melalui sepakan keras dari luar kotak penalti

 

BACA JUGA: Persijap Jepara vs Persis Solo Berakhir Imbang 0-0

 

Dampak terhadap Klasemen

Kemenangan ini membawa Persik Kediri naik ke posisi peringkat 12 dalam klasemen sementara dengan tambahan tiga poin krusial. Sementara itu, PSBS Biak semakin terpuruk dan gagal keluar dari zona degradasi karena tetap berada di urutan ke-16. Hasil ini menambah tekanan bagi tim asal Papua yang sedang berjuang menghindari degradasi musim ini.

Pemain kunci dalam laga ini adalah Ruyery Blanco dari PSBS Biak yang membuka keunggulan tim tamu dengan gol indahnya, Al Hamra Hehanussa dari Persik Kediri yang menjadi pahlawan penyama kedudukan, serta Muhamad Firly yang mencetak gol kemenangan dengan ketenangan di momen krusial.

 

Reaksi Pelatih dan Prospek Mendatang

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina menyatakan kepuasannya atas semangat juang anak asuhnya yang tak kenal menyerah hingga peluit akhir. Sementara itu, juru taktik PSBS Biak, Marian Mihail menyoroti kurangnya konsentrasi di menit-menit akhir sebagai penyebab kekalahan. Pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim menjelang laga-laga berikutnya di kompetisi yang semakin ketat.

 

Laga antara Persik Kediri dan PSBS Biak menghadirkan drama comeback yang mendebarkan serta menggarisbawahi pentingnya ketangguhan mental dalam sepak bola Indonesia. Kemenangan 2-1 ini tidak hanya memberi tiga poin berharga bagi Macan Putih, tetapi juga menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah masih menjadi senjata utama di tengah persaingan ketat BRI Super League 2025-2026. Bagi PSBS Biak, kekalahan ini menjadi peringatan keras agar segera memperbaiki konsentrasi dan performa demi keluar dari ancaman degradasi.