Sebagai bagian dari program pelatihan kebekerjaan, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) menyelenggarakan tes kecakapan kerja bagi siswa SLB Negeri 1 dan 2 Buleleng pada 29 Desember 2025. Tes ini dirancang untuk mengukur kesiapan kerja siswa disabilitas secara bertahap dan komprehensif.

Tes kecakapan kerja dibagi ke dalam tiga level sesuai dengan jenis keterampilan yang diuji. Level pertama adalah bidang housekeeping, di mana siswa diminta melakukan aktivitas kebersihan seperti menyapu, mengelap meja, membersihkan kaca, dan memasang taplak meja dengan rapi.

Pada level ini, siswa juga diuji kemampuan komunikasi dua arah. Aspek komunikasi menjadi perhatian penting, mengingat kemampuan berinteraksi dengan lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan siswa disabilitas dalam dunia kerja.

Level kedua adalah simulasi kegiatan berjualan. Dalam tahap ini, siswa diminta berperan sebagai penjual yang melayani pelanggan. Selain menguji kemampuan komunikasi, siswa juga dinilai dari kemampuan berhitung sederhana dan menulis, yang menjadi keterampilan dasar dalam aktivitas transaksi.

Level ketiga adalah tes laundry, yang meliputi kegiatan menjemur pakaian, melipat, dan menyetrika. Kegiatan ini menguji ketelitian, kemandirian, serta pemahaman alur kerja. Selain itu, siswa juga diuji kemampuan berkirim pesan menggunakan tablet sebagai bentuk adaptasi terhadap teknologi.

Pelaksanaan tes berlangsung dengan pendampingan dari tim Universitas STEKOM dan guru SLB. Suasana tes dibuat kondusif dan suportif agar siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan berlebih.

Hasil dari tes kecakapan kerja ini akan menjadi dasar dalam menentukan siswa yang berhak mengikuti tahap pelatihan lanjutan. Universitas STEKOM berharap tes ini mampu menjadi sarana pemetaan potensi siswa secara objektif dan berkeadilan.