SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia, Universitas STEKOM melakukan kunjungan resmi ke SLB Negeri Surakarta pada Kamis, 18 Desember 2025. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) serta peluncuran program inovatif "Kakak Adik Asuh". Inisiatif ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan pendidikan khusus, sekaligus memberikan dukungan nyata bagi pengembangan potensi siswa disabilitas.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri mahasiswa yang nantinya akan terlibat langsung sebagai mentor. Dari pihak SLB Negeri Surakarta, kehadiran para guru dan siswa-siswi disabilitas menambah nuansa hangat dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan sebuah langkah nyata dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan melalui pendampingan berkelanjutan.

Kepala Sekolah SLB Negeri Surakarta, Ibu Erna Muslichatun Fatmawati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti Universitas STEKOM merupakan impian besar bagi sekolah. Dukungan eksternal sangat dibutuhkan untuk membuka cakrawala siswa bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang cerah dan mandiri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom., menegaskan komitmen universitas dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang inklusif. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan bahwa mahasiswa Universitas STEKOM memiliki tanggung jawab moral untuk berbagi ilmu dan empati. Program Kakak Adik Asuh ini diharapkan mampu mengasah kecerdasan emosional mahasiswa sekaligus memberikan motivasi bagi siswa SLB untuk terus belajar.

Penandatanganan MOU dilakukan secara simbolis di hadapan seluruh hadirin sebagai bukti legalitas kerja sama jangka panjang. Kerja sama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendampingan teknologi informasi hingga pengembangan kurikulum berbasis keterampilan praktis. Dengan adanya payung hukum yang jelas, kedua institusi optimistis bahwa berbagai program pemberdayaan di masa depan akan berjalan lebih terstruktur dan berdampak luas.

Suasana haru dan bangga menyelimuti aula saat para mahasiswa Universitas STEKOM mulai berbaur dengan calon "adik asuh" mereka. Interaksi yang terjalin sejak awal menunjukkan antusiasme yang tinggi dari kedua belah pihak. Bagi Universitas STEKOM, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari visi universitas untuk menjadi lembaga yang bermanfaat bagi masyarakat luas, tanpa terkecuali.

Melalui kemitraan strategis ini, Universitas STEKOM dan SLB Negeri Surakarta berharap dapat menciptakan model pendidikan inklusif yang dapat dicontoh oleh institusi lain. Fokus utama tetap pada pengembangan karakter dan kesiapan mental siswa disabilitas agar siap menghadapi tantangan zaman. Pertemuan hari itu ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi antar instansi.