Salatiga, 6 April 2026 – Kegiatan sosialisasi strategi kebekerjaan bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Salatiga bersama Universitas Stekom  menjadi momen pembelajaran inklusif yang berharga bagi berbagai pihak. Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Haura Refasya Azka Azzahra, siswa dari SMA Negeri 15 Semarang, yang dikenal memiliki jiwa inklusi dan kepedulian sosial yang tinggi.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 6 April 2026 tersebut, Haura diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan khusus sekaligus mendalami nilai-nilai inklusivitas bersama para siswa disabilitas di SLB Negeri Salatiga. Melalui interaksi langsung, Haura belajar memahami berbagai potensi, tantangan, serta semangat yang dimiliki oleh para siswa berkebutuhan khusus dalam mempersiapkan masa depan mereka di dunia kerja.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara Universitas STEKOM dengan SLB Negeri Salatiga dalam mendukung penguatan kesiapan kerja bagi siswa disabilitas.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam program tersebut meliputi beberapa agenda utama, yaitu:

1. Pendekatan dan interaksi dengan siswa disabilitas
Peserta diajak untuk berkenalan dan membangun komunikasi dengan siswa-siswa disabilitas guna menumbuhkan rasa empati, pemahaman, dan semangat kebersamaan.
Penandatanganan MoU antara Universitas STEKOM dan SLB Negeri Salatiga
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan inklusif, pelatihan keterampilan, serta pengembangan kesiapan kerja bagi siswa berkebutuhan khusus.


2. Pendampingan siswa disabilitas dalam tes kerja
Peserta turut mendampingi siswa-siswa SLB dalam proses simulasi tes kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata sekaligus membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja.


4. Kegiatan kebersamaan di Umbul Sidomukti
Setelah rangkaian kegiatan di SLB Negeri Salatiga selesai, peserta melanjutkan agenda kebersamaan dengan kunjungan wisata edukatif ke Umbul Sidomukti, sebagai sarana refleksi dan mempererat hubungan antar peserta.
Belajar dan Tumbuh Bersama

Melalui pengalaman ini, Haura tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai dunia pendidikan inklusif, tetapi juga merasakan langsung nilai kebersamaan dan saling menghargai di tengah keberagaman kemampuan.

Program ini juga menunjukkan komitmen Universitas STEKOM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan inklusif serta membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan generasi muda.

Rektor Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran inklusivitas di kalangan generasi muda.

“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang memberi kesempatan bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang saling memahami, menghargai perbedaan, dan tumbuh bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian dan semangat untuk menciptakan lingkungan yang inklusif,” ujar Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom.

Melalui perjalanan ini, Universitas STEKOM hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra yang belajar, berbagi, dan tumbuh bersama dalam memperkuat semangat inklusivitas di tengah masyarakat.