Karanganyar, 12 Februari 2026 — Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) mengajak empat duta terpilih dari Kabupaten Semarang untuk turut serta dalam kegiatan kunjungan edukatif ke SLB Negeri Karanganyar. Keterlibatan para duta ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman generasi muda mengenai pendidikan inklusif serta strategi pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus.

Keempat duta tersebut adalah Safira Oktaviana Mawardani, Maliya Aziza Sabina, Niswa Dea Ajeng Tresnani, dan Arina Manasikana. Mereka dikenal sebagai sosok muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan semangat inklusi yang kuat. Partisipasi mereka dalam kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif kolaboratif antara duta generasi muda dan komunitas pendidikan luar biasa.

Dalam kunjungan tersebut, para duta diperkenalkan secara langsung pada dinamika pendidikan inklusif di lingkungan SLB. Mereka berinteraksi dengan siswa penyandang disabilitas, berdialog dengan guru dan pendamping, serta mengikuti sesi sosialisasi mengenai strategi kebekerjaan bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini memberikan wawasan nyata mengenai pentingnya pendekatan adaptif dalam mempersiapkan siswa menuju dunia kerja.

Sosialisasi strategi kebekerjaan menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Universitas Stekom memaparkan pentingnya pelatihan keterampilan vokasional, penguatan literasi dasar, serta pembentukan karakter kerja yang mandiri dan disiplin. Para duta turut menyimak sekaligus terlibat dalam diskusi mengenai bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang inklusif.

Selain sesi edukatif, para duta juga melakukan pendekatan langsung dengan siswa disabilitas melalui interaksi santai dan kegiatan bersama. Momen tersebut menjadi ruang membangun empati, memahami perbedaan, serta memperkuat nilai kebersamaan. Interaksi yang terjalin berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat inklusi yang tumbuh secara alami.

Sebagai bagian dari penguatan pengalaman, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan wisata edukatif ke De Tjolomadoe. Di lokasi heritage tersebut, para peserta memperoleh wawasan sejarah sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana yang lebih santai. Aktivitas ini menjadi sarana refleksi sekaligus memperkuat jejaring sosial antar peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Surakarta (Solo). Agenda ini tidak hanya menjadi wisata kebudayaan, tetapi juga momentum memperkenalkan nilai keberagaman dan keterbukaan sosial dalam konteks masyarakat yang inklusif. Melalui kegiatan ini, para duta memperoleh pengalaman komprehensif yang memadukan edukasi, empati, dan kebersamaan.

Melalui pelibatan duta terpilih Kabupaten Semarang, Universitas Stekom menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring kolaboratif lintas komunitas untuk mendukung pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan agen-agen perubahan muda yang memiliki kesadaran sosial tinggi serta siap menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus di masa depan.