Sebagai bagian dari program pendidikan inklusif yang diinisiasi oleh Universitas STEKOM, kegiatan Tes Kecakapan Housekeeping diadakan di SLB Negeri Ungaran pada Jumat, 17 Oktober 2025. Tes ini bertujuan melatih kemampuan dasar siswa-siswi berkebutuhan khusus dalam menjalankan pekerjaan praktis yang berkaitan dengan kebersihan dan tata ruang, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kemandirian dalam diri mereka.
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak tuna grahita dan tunarungu dengan antusias tinggi. Sebelum tes dimulai, para siswa mendapatkan penjelasan tentang pentingnya menjaga kebersihan, baik dalam lingkungan rumah maupun tempat kerja. Universitas STEKOM memberikan contoh visual dan simulasi langsung agar instruksi lebih mudah dipahami. Para siswa kemudian diminta melakukan tugas-tugas sederhana seperti memungut sampah, menyapu ruangan, mengelap meja dan kursi, serta membersihkan kaca jendela.
.png)
Tes ini juga dirancang untuk mengukur kemampuan komunikasi dua arah. Instruktur memberikan arahan menggunakan kalimat singkat dan jelas, kemudian mengamati bagaimana para siswa memahami serta merespons perintah yang diberikan. Beberapa siswa tunarungu mengikuti instruksi melalui bahasa isyarat, menunjukkan bahwa komunikasi efektif tidak selalu bergantung pada ucapan, tetapi juga pada pemahaman dan empati.

Suasana kegiatan berjalan dengan hangat dan menyenangkan. Para penguji dari Universitas STEKOM tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga sebagai mentor yang memberikan dorongan dan semangat kepada setiap peserta. Siswa-siswi tampak bersemangat dan bangga setiap kali berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Pujian yang diberikan tim STEKOM menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus belajar dan berlatih.
Selain aspek keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama. Para siswa belajar untuk menunggu giliran, bekerja dengan teliti, dan menjaga kebersihan alat yang digunakan. Nilai-nilai tersebut merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter kerja yang positif di masa depan.
Universitas STEKOM memandang bahwa kegiatan seperti ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Dengan memberikan pelatihan langsung di lapangan, siswa-siswi SLB tidak hanya memperoleh pengalaman nyata, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa mereka mampu bekerja dan berkontribusi di masyarakat.
Melalui kegiatan Tes Kecakapan Housekeeping ini, Universitas STEKOM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor pendidikan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan dan kesempatan kerja inklusif. Diharapkan kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak sekolah luar biasa di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.