Jepara 17, november 2025 - Sebagai bagian dari penguatan keterampilan vokasi, Universitas Stekom menyelenggarakan tes kecakapan laundry bagi siswa tuna rungu dan tuna grahita di SLB Negeri Jepara. Program ini bertujuan untuk melatih siswa dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga dasar yang juga dibutuhkan dalam industri jasa, seperti laundry hotel atau usaha mandiri.

Pada tahap awal, siswa diminta menggantungkan baju di hanger dan menjemurnya dengan benar. Mereka belajar tentang pentingnya merapikan pakaian sebelum digantung serta menjaga kebersihan. Meskipun beberapa siswa membutuhkan arahan lebih intensif, sebagian lainnya mampu menyelesaikan tugas dengan baik dan menunjukkan ketelitian luar biasa.

Selanjutnya, siswa mengikuti tes menggosok pakaian. Mereka diajarkan cara memegang setrika dengan aman, menyetrika bagian yang mudah kusut, serta memastikan hasil akhir tampak rapi. Bagi siswa tuna grahita, koordinasi motorik halus menjadi tantangan tersendiri, namun mereka tetap semangat mencoba hingga berhasil.

Tahap berikutnya adalah tes melipat baju, termasuk melipat sarung dan kemeja. Pada bagian melipat kemeja, siswa juga dinilai apakah dapat mengancingkan baju dengan tepat sebelum dilipat. Banyak siswa menunjukkan perkembangan kemampuan motoriknya melalui tes ini. Pendamping dari Universitas Stekom memberikan pujian atas kerja keras mereka.

Tidak hanya tes fisik, siswa juga diminta mengetik pesan melalui iPad yang telah disediakan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam berkomunikasi tulisan, yang sangat penting dalam dunia kerja modern. Pesan yang diketik umumnya berupa notifikasi sederhana seperti laporan pekerjaan atau konfirmasi pesanan laundry.

Tes mengetik ini memberikan gambaran jelas tentang kemampuan literasi digital para siswa Disabilitas. Sebagian besar mampu mengikuti instruksi dengan baik meskipun memerlukan bimbingan bertahap. Aktivitas ini membuat para siswa merasa bangga karena dapat menggunakan perangkat teknologi secara mandiri.

Program kecakapan laundry ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi siswa difabel. Universitas Stekom menilai bahwa beberapa siswa memiliki potensi untuk dilatih lebih lanjut di bidang jasa laundry, baik di lingkungan industri maupun untuk usaha mandiri di rumah. Kegiatan ini juga memperkuat kepercayaan diri siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.