Semarang – Dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Siswa yang diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026, oleh Universitas STEKOM bersama siswa dari SMKN 7 Semarang, terdapat momen istimewa yang menjadi sorotan dalam kelas Bahasa Isyarat.

Kelas Bahasa Isyarat menjadi salah satu pelatihan yang paling diminati oleh peserta. Selain memberikan pengalaman belajar yang berbeda, kelas ini juga menghadirkan suasana pembelajaran yang interaktif dan penuh semangat. Para siswa belajar berbagai kosakata dasar bahasa isyarat, komunikasi sehari-hari, seperti kata tanya, ganti orang, serta pengenalan huruf A hingga Z dalam bahasa isyarat.


Di tengah antusiasme peserta, terdapat tiga siswa yang menonjol karena keaktifan, semangat belajar, serta kepedulian mereka terhadap nilai-nilai inklusivitas selama mengikuti pelatihan. Ketiga siswa tersebut dinobatkan sebagai peserta terbaik di kelas Bahasa Isyarat.

Adapun tiga siswa terbaik tersebut adalah:

  1. Daffin Ardian – XII TFLM

  2. Rangga Satya Diandra – XII TITL

  3. Anindya Sulistyaning Tyas – XII


Ketiganya dinilai oleh para pengajar sebagai peserta yang paling aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka tidak hanya cepat memahami gerakan bahasa isyarat, tetapi juga aktif berinteraksi, berlatih bersama teman, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi dalam mempelajari cara berkomunikasi dengan teman-teman tuli.

Para pengajar menyampaikan bahwa ketiga siswa tersebut menunjukkan jiwa inklusi yang tinggi, yaitu sikap terbuka, menghargai keberagaman, serta memiliki semangat untuk menjembatani komunikasi dengan penyandang disabilitas, khususnya teman-teman tuli.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan dedikasi mereka selama pelatihan, di akhir kegiatan Universitas STEKOM memberikan penghargaan kepada ketiga siswa tersebut. Penghargaan yang diberikan berupa tumbler eksklusif yang didesain khusus oleh Universitas STEKOM serta uang tunai sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan prestasi mereka di kelas Bahasa Isyarat.

Pemberian penghargaan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta pelatihan. Momen tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berani mencoba hal baru, serta menumbuhkan semangat inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Universitas STEKOM berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap komunikasi inklusif serta mampu membangun lingkungan yang lebih ramah bagi semua, tanpa terkecuali.