Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke SLB Negeri Grobogan pada Selasa, 13 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendorong pendidikan dan dunia kerja yang inklusif. Kegiatan ini melibatkan empat duta inklusi terpilih dari wilayah Purwodadi yang dikenal memiliki kepedulian dan jiwa inklusivitas yang tinggi.
Empat duta tersebut terdiri atas Syafa Umi Roshinta dari SMK Negeri 1 Purwodadi, Jelita Siti Mudma’innah dari SMK Negeri 1 Purwodadi, Laila Nur Fitria dari SMK Negeri 1 Purwodadi, serta Sentot Sutaji dari SMA Al Islam Wirosari. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan nilai-nilai empati, kolaborasi, dan kesetaraan kepada siswa berkebutuhan khusus di SLB Negeri Grobogan.

Dalam kunjungan ini, para duta inklusi diajak untuk mengenal secara langsung dunia pendidikan inklusif, termasuk bagaimana strategi pembelajaran dan pengembangan potensi bagi siswa disabilitas diterapkan di SLB. Mereka juga mengikuti sesi sosialisasi mengenai strategi kebekerjaan bagi siswa berkebutuhan khusus yang disampaikan oleh tim Universitas Stekom.
Tidak hanya sebatas observasi, para duta juga melakukan pendekatan langsung dengan siswa disabilitas. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana yang hangat dan penuh empati, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para duta dalam memahami dinamika kehidupan dan potensi siswa berkebutuhan khusus.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya inklusi sosial dan profesional. Universitas Stekom menilai bahwa peran duta inklusi dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan umum dengan pendidikan khusus dalam menciptakan ekosistem yang lebih setara.

Setelah rangkaian kegiatan di SLB Negeri Grobogan selesai, para duta dan peserta kunjungan diajak untuk melakukan kegiatan rekreatif dengan berjalan-jalan di wilayah Purwodadi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan sekaligus memberikan ruang refleksi atas pengalaman yang telah diperoleh selama kunjungan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Stekom berharap semangat inklusi tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam sikap dan tindakan generasi muda, khususnya mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan di berbagai bidang.