Semarang, 16 Desember 2025 — Universitas STEKOM kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pembuatan Curriculum Vitae (CV) bagi siswa SLB Negeri Semarang. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa yang dinyatakan lolos dalam tes kecakapan kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya CV sebagai identitas profesional dalam dunia kerja. Tim Universitas STEKOM menyampaikan materi dengan pendekatan sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa penyandang disabilitas.
Dalam kegiatan ini, siswa difasilitasi sesi pembuatan foto CV dan video CV. Proses pengambilan foto dan video dilakukan dengan pendampingan intensif sehingga siswa merasa nyaman dan percaya diri saat menampilkan diri di depan kamera.

5 siswa yang telah ditetapkan sebagai duta ketenagakerjaan, yaitu Mayka Khairiz Solina, Fauzan Pratama Putra, Damasus Abby Tirta, Zufar, dan Khalisa Meilani, mendapatkan pelatihan lanjutan. Mereka diajarkan teknik pengambilan gambar yang benar, termasuk pengaturan sudut kamera dan komposisi gambar.
Selain itu, siswa juga dilatih cara memasang dan menggunakan lampu lighting serta tripod secara mandiri. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam menggunakan peralatan pendukung multimedia.
Aspek ekspresi di depan kamera juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Siswa dibimbing cara berbicara, bersikap, dan menampilkan ekspresi yang tepat agar pesan yang disampaikan melalui video CV dapat diterima dengan baik.
.jpg)
Tidak hanya berhenti pada proses pengambilan gambar, siswa juga diperkenalkan dengan dasar-dasar pengeditan foto dan video menggunakan tablet. Materi ini memberikan wawasan awal mengenai proses pascaproduksi sederhana yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja digital.
Melalui pelatihan dan pembuatan CV ini, Universitas STEKOM berharap siswa SLB Negeri Semarang dapat memiliki bekal awal untuk memperkenalkan diri secara profesional, sekaligus meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri mereka dalam memasuki dunia kerja yang inklusif dan berdaya saing.