Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan siswa disabilitas memasuki dunia kerja, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) melaksanakan kegiatan pembuatan video CV dan foto CV bagi siswa SLB Negeri Salatiga pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan setelah para siswa mengikuti berbagai assessment kecakapan kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kegiatan pembuatan CV ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan siswa disabilitas agar mampu memperkenalkan diri secara profesional kepada dunia kerja. Dalam kegiatan ini, para siswa dibimbing untuk menampilkan kemampuan, keterampilan, serta kepribadian mereka melalui media video dan foto yang dapat digunakan sebagai bagian dari dokumen lamaran kerja.

Menariknya, seluruh siswa tunarungu dan tunagrahita yang mengikuti kegiatan assessment sebelumnya berhasil menunjukkan kemampuan kerja yang baik hingga dapat melanjutkan ke tahap pembuatan video CV. Hal ini menjadi bukti bahwa siswa di SLB Negeri Salatiga memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi di dunia kerja apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

Proses pembuatan video CV dilakukan dengan pendampingan langsung dari mahasiswa Universitas Stekom. Para mahasiswa membantu siswa dalam menyusun konsep perkenalan diri, menyampaikan keterampilan yang dimiliki, serta melatih cara menyampaikan informasi secara jelas dan percaya diri di depan kamera.

Selain pembuatan video CV, siswa juga mengikuti sesi pengambilan foto profesional untuk melengkapi dokumen curriculum vitae mereka. Foto ini nantinya akan digunakan sebagai bagian dari identitas profesional ketika siswa melamar pekerjaan di berbagai perusahaan atau lembaga.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Universitas Stekom juga dibantu oleh tiga duta dari SLB Negeri Salatiga yang sebelumnya telah terpilih sebagai Duta Kebekerjaan. Mereka adalah Vernisa Biyanka Alvia, Laras Syafira Putri, dan Christian Farrel Meylona. Kehadiran para duta ini turut membantu proses pendampingan sekaligus memberikan motivasi kepada siswa lainnya.

Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menyentuh dan inspiratif. Meskipun memiliki keterbatasan, para siswa tetap menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Antusiasme dan kepercayaan diri yang mereka tunjukkan menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Universitas Stekom berharap dapat membantu siswa disabilitas untuk memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi dunia kerja. Program pendampingan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Universitas Stekom dalam mendukung pendidikan inklusif dan pemberdayaan penyandang disabilitas di Indonesia.