Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas Stekom) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama pendidikan inklusif melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SLB Negeri Jepara pada Senin, 17 November 2025. Acara yang berlangsung di aula sekolah ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis untuk pengembangan kompetensi siswa disabilias. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Universitas Stekom, Dr. Joseph Teguh Santoso, S.Kom., M.Kom., bersama Kepala SLB Negeri Jepara, Mohamad Arief Prawijiyanto, S.Pd.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung hangat dan bersahabat. Seluruh peserta, mulai dari pihak universitas Stekom, guru, hingga siswa disabilias, tampak antusias menyambut terlaksananya kerja sama tersebut. Pembukaan juga menandai dimulainya rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri Jepara, Mohamad Arief Prawijiyanto, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Universitas Stekom terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Ia menekankan bahwa dukungan dari perguruan tinggi sangat penting untuk membuka peluang lebih luas bagi para siswa dalam mengembangkan keterampilan dan kesiapan kerja. Beliau juga berharap bahwa MoU ini dapat menjadi pondasi kuat bagi program-program lanjutan yang lebih inovatif.

Rektor Universitas Stekom, Dr. Joseph Teguh Santoso, turut memberikan sambutannya yang penuh inspirasi. Beliau menyampaikan bahwa inklusivitas merupakan prinsip fundamental dalam dunia pendidikan modern, dan kampus berkewajiban memberikan kontribusi nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang setara bagi semua kalangan. Kolaborasi dengan SLB Negeri Jepara disebutnya sebagai wujud komitmen Universitas Stekom dalam mendukung penguatan kompetensi dan kemandirian siswa Disabilitas.

Lebih jauh, Dr. Joseph menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar MoU formal, tetapi bentuk komitmen jangka panjang untuk menciptakan program yang berdampak langsung. Universitas Stekom akan terlibat dalam pelatihan keterampilan, transfer ilmu, pembinaan karakter, hingga program penguatan kesiapan kerja bagi siswa SLB. Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat konkret bagi kedua belah pihak.

Acara penandatanganan berlangsung dengan khidmat, disaksikan oleh para guru serta perwakilan mahasiswa Universitas Stekom yang hadir sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Momen tersebut menjadi simbol harapan baru bagi pengembangan pendidikan inklusif di Jepara, terutama dalam penguatan keterampilan bagi siswa dengan hambatan pendengaran maupun intelektual.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi penutup yang penuh kehangatan. Penyelenggara berharap bahwa kerja sama ini akan berkembang menjadi kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan. Universitas Stekom menyatakan siap mendampingi SLB Negeri Jepara dalam berbagai program pelatihan berbasis vokasi yang dapat meningkatkan kesempatan siswa Disabilitas untuk memasuki dunia kerja secara lebih percaya diri.