Boyolali Senin, 24 November 2025 - Dalam rangka penguatan keterampilan vokasional, Universitas Stekom menyelenggarakan tes kecakapan housekeeping bagi siswa-siswi disabilitas di SLB Negeri Boyolali. Kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa memahami dasar-dasar pekerjaan rumah tangga profesional yang sering dibutuhkan dalam industri perhotelan dan layanan kebersihan. Pelaksanaan tes dilakukan secara inklusif dengan memperhatikan kemampuan dan kondisi masing-masing siswa.
Tes dimulai dengan instruksi sederhana mengenai tugas yang harus dilakukan, seperti memungut sampah kertas di meja dan kursi, menyapu, mengelap permukaan meja, hingga membersihkan jendela. Siswa diminta mengikuti instruksi langkah demi langkah yang diberikan oleh penguji dari Universitas Stekom. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan fisik, tetapi juga ketelitian dan kesungguhan siswa dalam mengikuti prosedur kerja.
Selain aspek teknis, penguji juga memperhatikan kemampuan komunikasi dua arah siswa. Setiap siswa diajak berdialog untuk mengetahui sejauh mana mereka dapat memahami instruksi, mengajukan pertanyaan, atau menyampaikan kebutuhan. Kemampuan komunikasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan siswa bekerja di lingkungan yang membutuhkan interaksi interpersonal.
Pada bagian lain dari tes, siswa diminta menunjukkan pemahaman mereka terhadap instruksi tanpa pengulangan. Hal ini membantu penguji mengetahui tingkat daya tangkap serta kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas secara mandiri. Bagi siswa yang mengalami kesulitan, mahasiswa pendamping memberikan dukungan melalui contoh langsung agar mereka tetap dapat mengikuti alur kegiatan.

Satu hal menarik dalam tes housekeeping ini adalah instruksi untuk memasang taplak meja. Kegiatan ini terlihat sederhana, namun sebenarnya menguji koordinasi motorik, kerapian, serta estetika dalam penataan ruang. Beberapa siswa menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menata taplak dengan rapi dan cepat, menunjukkan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan di bidang housekeeping profesional.
Guru-guru SLB Negeri boyolali turut memberikan apresiasi terhadap metode pengujian yang ramah disabilitas dan tetap mempertahankan standar kompetensi. Tes ini diharapkan dapat membantu siswa mengenali minat dan kemampuan mereka, sekaligus menjadi dasar bagi pelatihan lanjutan yang lebih terarah. Universitas Stekom berkomitmen untuk terus mendampingi siswa dalam mengembangkan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi masa depan mereka.
Kegiatan tes housekeeping ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga bentuk pembelajaran bermakna yang mendorong siswa lebih percaya diri dan mandiri. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Stekom berharap dapat membuka jalan bagi lebih banyak siswa disabilitas untuk memasuki dunia kerja dengan bekal keterampilan yang relevan dan teruji.