Semarang, 7 Oktober 2025 — Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat, Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) melaksanakan tes kecakapan housekeeping di SLB Negeri Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh siswa tuna grahita dan tuna rungu dengan tujuan melatih kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan memahami instruksi dalam konteks kerja praktis.

Tes kecakapan housekeeping ini mencakup berbagai kegiatan sederhana namun bermakna, seperti memungut sampah kertas di meja dan kursi, menyapu lantai, mengelap meja dan kursi, hingga membersihkan jendela. Setiap tugas diberikan dengan arahan yang jelas agar para siswa dapat memahami langkah-langkahnya, sekaligus diuji kemampuan komunikasi dua arah mereka dengan para pendamping.

Tim dari Universitas STEKOM memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dalam setiap sesi, mahasiswa pembimbing memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian meminta siswa untuk mempraktikkan. Bagi siswa tuna rungu, instruksi disampaikan menggunakan bahasa isyarat sederhana serta petunjuk visual untuk memastikan komunikasi berjalan efektif.

Selain menilai keterampilan teknis, kegiatan ini juga berfokus pada kemampuan siswa dalam memahami instruksi dan merespons perintah dengan tepat. Hal ini menjadi aspek penting untuk mengukur kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang membutuhkan koordinasi dan tanggung jawab.

Menurut salah satu mahasiswa pembimbing dari Universitas STEKOM, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, melainkan juga sarana untuk membangun karakter. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa bekerja tidak hanya soal bisa, tapi juga soal tanggung jawab, disiplin, dan memahami arahan. Nilai-nilai ini akan sangat membantu mereka ketika memasuki dunia kerja nantinya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh semangat. Para siswa tampak antusias melaksanakan tugas mereka, bahkan beberapa di antaranya menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam memahami arahan tanpa banyak kesulitan. Momen ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa STEKOM yang turut mendampingi mereka.

Pihak SLB Negeri Semarang menyambut positif kegiatan yang digagas oleh Universitas STEKOM ini. Kepala sekolah menyebut bahwa pelatihan semacam ini membantu siswa untuk mempersiapkan diri menuju kemandirian hidup setelah lulus nanti. “Kami sangat berterima kasih kepada STEKOM karena kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas STEKOM tidak hanya berfokus pada dunia akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap pemberdayaan anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui program pelatihan semacam ini, STEKOM berharap dapat terus berperan aktif dalam menciptakan masyarakat inklusif yang menghargai setiap potensi tanpa memandang keterbatasan.