Semarang, 6 November 2025 — Universitas STEKOM kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan inklusif melalui kegiatan kunjungan siswa SLB Negeri Semarang. Para siswa kelas XI dan XII dengan disabilitas tunarungu datang berkunjung untuk belajar, berinteraksi, dan mengenal lebih dekat suasana akademik serta fasilitas yang dimiliki Universitas STEKOM. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran yang inspiratif, mempertemukan semangat akademik dengan nilai-nilai kemanusiaan dan inklusivitas.

Acara diawali dengan pembukaan kegiatan yang disambut hangat oleh jajaran dosen dan mahasiswa Universitas STEKOM. Suasana penuh keakraban langsung terasa ketika para siswa disabilitas memasuki aula kampus. Meski terdapat keterbatasan dalam komunikasi, panitia dengan sigap menghadirkan penerjemah bahasa isyarat serta komunikasi visual untuk memastikan setiap siswa dapat memahami seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa STEKOM berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SLB Negeri Semarang yang menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Universitas STEKOM kepada para siswa. Beliau menuturkan bahwa pengalaman langsung seperti ini sangat berharga bagi siswa disabilitas, karena dapat membuka wawasan dan menumbuhkan motivasi mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja dan teknologi.

Selanjutnya, Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph Teguh Santoso, M.Kom, memberikan sambutan hangat yang menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan umum dan sekolah luar biasa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa STEKOM berkomitmen tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pendidikan inklusif dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Menurut beliau, setiap individu memiliki potensi luar biasa yang perlu diberi ruang untuk berkembang, tanpa melihat keterbatasan fisik maupun sensorik.

Momen haru dan penuh makna terjadi saat dilakukan penyerahan kenang-kenangan antara kedua institusi. Pihak SLB Negeri Semarang memberikan lukisan dan batik hasil karya siswa disabilitas, yang menggambarkan semangat dan kreativitas tanpa batas. Sebagai balasan, Universitas STEKOM menyerahkan kaos toploker dan tumbler eksklusif sebagai tanda persahabatan dan penghargaan. Kegiatan ini kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Usai sesi seremonial, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi Universitas STEKOM yang memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi, fasilitas pembelajaran, serta peluang karier yang dapat diikuti oleh siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. Sosialisasi ini diikuti dengan demonstrasi jurusan yang dibawakan oleh mahasiswa STEKOM. Dalam sesi tersebut, peserta diperlihatkan praktik langsung seperti mendesain menggunakan Adobe Photoshop dan Illustrator, membuat konten dengan Canva, serta penjelasan materi akademik melalui sistem informasi akademik (Siakad). Ada pula pengenalan ruang lingkup jurusan S1 Bisnis yang memberikan gambaran nyata tentang dunia perkuliahan di STEKOM.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur keliling kampus (campus tour) yang membawa para siswa menjelajahi berbagai fasilitas unggulan Universitas STEKOM seperti tempat GYM, area permainan PlayStation, billiard, ruang catur, kursi pijat, serta asrama mahasiswa. Para siswa tampak gembira mencoba beberapa fasilitas yang tersedia. Beberapa di antaranya bahkan berkesempatan untuk memotong rambut di Rapio, salah satu unit usaha mahasiswa STEKOM. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang berkembang bagi kreativitas dan keterampilan hidup.

Menjelang akhir kegiatan, peserta menikmati waktu istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) yang diikuti dengan sesi penutupan acara. Para siswa SLB Negeri Semarang tampak antusias dan senang dengan pengalaman yang mereka dapatkan sepanjang hari. Bagi Universitas STEKOM, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan edukatif, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan bagi penyandang disabilitas, serta wujud implementasi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan di lingkungan akademik.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara Universitas STEKOM dan SLB Negeri Semarang dalam menciptakan peluang belajar yang setara bagi semua. Dengan semangat inklusif, STEKOM berkomitmen untuk terus menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam teknologi dan bisnis, tetapi juga menjadi rumah bagi keberagaman dan pembelajaran tanpa batas.