Dalam upaya mewujudkan komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan akses pendidikan, Universitas STEKOM menyelenggarakan wawancara eksklusif bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas melalui program Beasiswa Golden Ticket Studi Gratis.
Wawancara yang digelar pada tanggal 13 Mei 2025 ini diikuti oleh empat peserta terpilih, yaitu Fatimah Khansa Labibah, Mayla Ayu Wijayanti Putri, Marsya Aulia Putri Arindra, dan Muhammad Indra Saputra. Melalui proses seleksi ini, para peserta berkesempatan untuk memperoleh beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan hingga lulus, sehingga mereka dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi tanpa hambatan finansial.
.png)
Rektor Universitas STEKOM menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi siswa-siswi penyandang disabilitas. “Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang luar biasa. Melalui program Beasiswa Golden Ticket, Universitas STEKOM ingin membuka ruang kesempatan yang sama agar mereka dapat mengembangkan diri, berprestasi, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menjadi simbol penting bagi upaya menciptakan lingkungan akademik yang inklusif. Universitas STEKOM berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kebijakan dan program yang mendukung kesetaraan, serta menjadi teladan dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang ramah disabilitas.
Dengan terselenggaranya wawancara ini, Universitas STEKOM berharap para penerima beasiswa dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan. Lebih dari itu, kehadiran mereka di lingkungan kampus diharapkan dapat memperkaya keberagaman, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendorong tumbuhnya semangat solidaritas dalam dunia pendidikan.