Penguatan ekosistem riset dan hilirisasi inovasi menjadi sorotan utama dalam Sidang Pleno XXIII 2026 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) yang berlangsung di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur pada Kamis, 7 Mei 2026. Forum ini mengangkat tema “Orkestrasi Hilirisasi Nasional: Industrialisasi Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global” sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan pelaku usaha.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, praktisi industri, hingga perwakilan perguruan tinggi negeri anggota AFEBI dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.

 

Pentingnya Transformasi Ide Menjadi Inovasi

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa perkembangan teknologi global saat ini bergerak sangat cepat, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan, bioteknologi, dan robotika. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghubungkan gagasan dengan implementasi nyata di dunia industri.

Ia menyampaikan bahwa saat ini ide memiliki nilai yang sangat penting dalam menciptakan inovasi. Karena itu, tantangan terbesar bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga bagaimana mengubah gagasan tersebut menjadi aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat dan industri.

Selain itu, Fauzan menilai proses pengembangan riset perlu dilakukan secara kolaboratif. Perumusan masalah riset harus melibatkan industri, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait agar hasil penelitian menjadi lebih relevan, aplikatif, dan memiliki manfaat nyata.

 

Hilirisasi untuk Memperkuat Rantai Pasok Global

Dalam paparannya, Dirjen Risbang menekankan bahwa tujuan utama penguatan inovasi nasional adalah mendorong Indonesia menjadi bagian penting dalam rantai pasok global melalui peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya berbicara mengenai pengembangan produk, tetapi juga tentang bagaimana hasil riset dapat dikomersialisasikan dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda tersebut. Sambutan Gubernur Jawa Timur yang dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan UMKM menjadi faktor penting dalam memperkuat industrialisasi nasional yang berkelanjutan.

 

AFEBI Siapkan Wadah Kolaborasi Riset Nasional

Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI, Aurik Gustomo, memperkenalkan inisiatif pembentukan AFEBI Research Institute sebagai wadah kolaborasi riset antar Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Indonesia.

Lembaga tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung penyusunan kebijakan nasional. Ia juga menegaskan bahwa AFEBI tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

 

Perguruan Tinggi Harus Jadi Penggerak Perubahan

Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Ahmad Fauzi, mengajak seluruh peserta forum untuk menghasilkan langkah konkret yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menilai kekuatan AFEBI tidak hanya diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi harus berada di garis depan sebagai penghasil ilmu pengetahuan sekaligus penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

 

Sidang Pleno AFEBI XXIII 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Penguatan hilirisasi riset dan inovasi dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Melalui sinergi yang kuat, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti sebagai publikasi akademik, tetapi juga mampu menjadi solusi nyata yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi nasional.

 

Sumber Berita:

Dirjen Risbang Tekankan Pentingnya Kolaborasi Riset dengan Industri dalam Sidang Pleno AFEBI XXIII