<p style="font-size:10px">

sumber img: X @InstantFoot

</p>

 

Al Duhail meraih kemenangan penting dengan skor 4–2 atas Al Ittihad dalam laga AFC Champions League Elite di Stadion Abdullah bin Khalifa. Laga berlangsung cepat sejak awal dan memperlihatkan bagaimana Al Duhail tampil jauh lebih siap, terutama dalam transisi menyerang.

 

Boulbina Menjadi Motor Kemenangan

Pemain berkebangsaan Aljazair, Adil Boulbina, menjadi sorotan utama berkat hat-trick luar biasa yang ia cetak di tiga momen berbeda pertandingan. Gol pertamanya hadir pada menit kelima melalui tembakan tajam yang menghancurkan konsentrasi awal Al Ittihad. Gol kedua menyusul lewat kombinasi serangan cepat yang memperlihatkan kecerdasan pergerakannya. Gol ketiga menjadi bukti kualitas Boulbina sebagai pembeda, ia melakukan aksiler eksplosif, mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tendangan rendah yang akurat. Performa ini menegaskan posisinya sebagai pemain paling berpengaruh dalam pertandingan.

Keunggulan Al Duhail semakin besar setelah Krzysztof Piatek mencetak gol keempat melalui sepakan keras yang membuat kiper Al Ittihad tak berkutik.

 

Meski tertinggal jauh, Al Ittihad menunjukkan mentalitas kuat. Karim Benzema, yang menjadi tumpuan serangan, mencetak dua gol beruntun yang menghidupkan harapan. Gol pertama datang dari penyelesaian klinis, sementara gol kedua lahir dari penempatan posisi cerdas yang memperlihatkan naluri gol khas dirinya. Namun usaha tersebut tak cukup untuk mengejar ketertinggalan.

 

Dominasi Al Duhail dan Permainan yang Mulai Terbuka

Al Duhail memulai pertandingan dengan intensitas tinggi dan tidak memberi kesempatan bagi Al Ittihad mengatur ritme permainan. Mereka unggul dalam duel lini tengah, distribusi bola, dan pergerakan tanpa bola. Hal ini membuat serangan mereka tampak lebih hidup dan efisien. Sementara itu, Al Ittihad baru mulai menemukan bentuk permainan setelah tertinggal tiga gol. Meski begitu, ketertinggalan besar dan lemahnya tekanan awal menjadi faktor yang sulit diperbaiki sepanjang pertandingan.

 

Dengan kemenangan tersebut, Al Duhail berhasil mengoleksi 7 poin dan menjaga peluang untuk lolos ke fase gugur. Di sisi lain, Al Ittihad harus puas tetap di 6 poin, membuat perjalanan mereka semakin berat dan penuh tekanan pada laga-laga berikutnya.

 

Laga ini menjadi bukti bahwa Adil Boulbina adalah sosok penentu dalam kemenangan Al Duhail. Kombinasi dari efektivitas seranganstart cepat, dan kepercayaan diri tinggi membuat mereka unggul jauh sebelum Al Ittihad bangkit. Meski Benzema tampil tajam, dominasi Al Duhail sulit dipatahkan dan kemenangan 4–2 menjadi hasil yang layak.